TKI Mulai Lirik Pangsa Kerja Di Negara Timur Tengah
Ditulis oleh pasfmpati di/pada Juli 6, 2009
pasfmpati.com (Pati, Kota) – Pangsa kerja di negara-negara timur tengah, kini mulai menjadi incaran bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), yang menyukai sektor formal. Bahkan belakangan, banyak developer asal Indonesia yang menjadi kontraktor dinegara-negara timur tengah itu.
Bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di bidang formal, lebih menyukai negara-negara tujuan timur tengah. Seperti Libia, Qatar, Saudi Arabia, dan Kuwait. Karena gajinya yang mereka peroleh lebih besar, ketimbang bekerja di negara Malaysia.
Anggota DPRD Kabupaten Pati yang juga Pimpinan PJTKI PT. Fahad Fajar Mustika Cabang Pati Sahlan Syah kepada PAS mengatakan, TKI dengan tujuan negara Malaysia memang pernah ditanganinya. Tapi untuk sektor formal, seperti perkebunan, dan industri. Tapi baginya pengerahan TKI yang memilih bidang informal sama sekali belum pernah. Untuk sekarang ini, Sahlan Syah melalui perusahan pengerahan TKI yang dipimpinya, lebih banyak mengerahkan TKI ke negara-negara timur tengah.
“Selain perjanjiannya lebih fair, dan gaji lebih tinggi, karena biaya pemberangkatannya mendapat subsidi dari majikan maupun negara tujuan. Mereka juga lebih profesional, karena melakukan seleksi bagi TKI yang dibutuhkan lebih awal.”, tutur Sahlan Syah.
Sahlan Syah menambahkan, kebutuhan TKI disektor informal di Malaysia semakin turun, karena dampak krisis keuangan dunia, dan proyek pembangunan semakin berkurang. Terutama usai pembangunan Kuala Lumpur City Centre (KLCC).
Setiap tahunnya sektor formal bidang kontruksi di negara-negara timur tengah, tutur Sahlan Syah membutuhkan ribuan tenaga kerja, yang sangat menguntungkan TKI, ketimbang ke Malaysia. Ditambah lagi, banyaknya kontraktor Indonesia yang sekarang memenangi mega proyek di negara-negara timur tengah. “Beberapa kontraktor besar yang menangani mega proyek itu diantaranya, Adikarya dan, Waskita.”, tuturnya.

