Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,686 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Keinginan 2 Terdakwa Untuk Menyeret Sekda Pati, Belum Dapat Diprediksi.

Posted by pasfmpati pada September 27, 2008

pasfmpati.com [Pati, Kota] – Keinginan 2 terdakwa kasus penggelapan material bekas bongkaran gedung SKKP SMP Negeri 5 Pati, untuk menyeret Sekda Pati sebagai tersangkanya, belum mendapat respon dari yang bersangkutan. Bahkan Bupati Pati, Tasiman selaku atasan Sekda Pati, Sri Merditomo, meminta agar proses hukum terhadap terdakwa Budi Purwanto, Surekto dan Suprihatin, di Pengadilan berjalan lebih dulu.

Munculnya keinginan para terdakwa kasus penggelapan material bekas bongkaran rehab gedung SKKP SMP Negeri Pati, untuk menyeret Sekda Pati, Sri Merditomo sebagai tersangka dalam kasus ini, mendapat tanggapan dingin dari Bupati Pati, Tasiman.
Menurut Bupati Pati, Tasiman, keinginan para terdakwa yang tertuang dalam eksepsi atau keberatan terdakwa terhadap dakwaan Jaksa itu, tidak dapat diprediksi. Karena semuanya tergantung, dari hasil perjalanan persidangan di Pengadilan Negeri Pati. “Semua tergantung pada aturan dan sesuai dengan undang-undang yang ada. Alasan apa seandainya, ada pemaksaan untuk menyeret Sekda dikatakan sebagai tersangka. Saya sendiri, belum tahu persis permasalahan seperti apa?. Ya bisa jadi itu versi dari pengacaranya kenapa sampai menyampaikan hal tersebut. Saya sendiri kurang tahu persis”, kata Bupati Tasiman.

Dalam hal ini, ungkap Bupati Tasiman, perlu adanya pencermatan dalam kasus yang menyeret bawahannya, terdakwa Budi Purwanto, Surektor, dan Suprihati ke Pengadilan tersebut, yang sempat meminta Majelis Hakim, agar atas langsung ketiga terdakwa, Sekda Sri Merditomo, turut dijadikan tersangka. Aparat penegak hukum, juga tidak akan gegabah menuruti permintaan para terdakwa tersebut, apalagi dengan cara – cara yang dipaksakan. “Kalau istilahnya bahasa pemaksaan itu dapat dilakukan kepada siapapun, tetapi semua itu harus dikembalikan ke aturan. Ya ini khan perlu pencermatan terhadap masalah – masalah hukum pidana yang ada, untuk mensikapi permasalah yang ada”, jelas Bupati Tasiman.

Sementara itu, dalam kasus dugaan penggelapan material bekas bongkaran rehab gedung SKKP SMP Negeri 5 Pati itu, terdakwa Surekto dan Suprihati, yang disidang terpisah dengan terdakwa Budi Purwanto, oleh masing-masing Jaksa Penuntut Umum yang menyidangkan perkara itu dijerat dengan dakwaan berlapis. Yakni Pasal 8 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 26 UU No 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya jo 55 ayat 1 KUHP. Beberapa barang yang diduga digelapkan para terdakwa tersebut di antaranya, 700 keping marmer berukuran 50 x 50 cm2 dan 60 x 60 cm2 dengan tebal 5 cm. Kemudian 4,423 m3 papan kayu jati, dan 5,655 m3 kayu jati balok.
Berdasarkan audit BPKP Perwakilan Jawa Tengah, material yang sudah dibongkar dan dijual menyebabkan negara rugi lebih dari Rp 96 juta. Namun, kalau dilihat dari sisi cagar budaya, benda yang hilang ini bisa mencapai miliaran rupiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: