Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Nelayan keluhkan , SIUP & SIPI, dan zona penangkapan ikan

Posted by pasfmpati pada Oktober 6, 2008

pasfmpati.com [Pati, Juwana] – Para nelayan di Juwana mengeluhkan lamanya pengurusan Surat Ijin Usaha Perikanan SIUP dan Surat Ijin Penangkapan Ikan SIPI, yang hingga memakan waktu 1 ½ bulan. Selain itu, nelayan juga mempertanyakan soal zona penangkapan ikan atau fishing ground.
Lamanya pengurusan Surat Ijin Usaha Perikanan SIUP, dan Surat Ijin Penangkapan Ikan SIPI, yang diajukan nelayan ke Dirjen Perikanan Tangkap dikeluhkan para nelayan di Juwana Kabupaten Pati. Pasalnya dengan lamanya proses permohonan SIUP maupun SIPI tersebut, nelayan harus menanggung rugi, karena kapal – kapalnya tidak dapat melaut.
Kelauhan soal zona penangkapan ikan atau fishing ground, juga dinilai tidak memihak kepada nelayan. Justru dengan adanya aturan itu, seakan – akan menjadikan nelayan Indonesia sebagai warga asing di negrinya sendiri.
Demikian diungkapkan Paguyuban Nahkoda dan Nelayan Juwana, saat berdialog dengan Ketua Presidium Ikatan Cendiakiawan Muslim Indonesia ICMI, Marwan Daud, di Aula KUD Sarono Mino Juwana, Senin siang, (6/10).
Saat menjawab keluhan para nelayan di Juwana itu, Marwan Daud mengatakan, permasalahan tersebut hampir dialami semua nelayan di Indonesia. Untuk mendorong hal itu, para nelayan harus terus berusaha. “Itu harus diusahakan para nelayan, bagaimana pengurusan SIUP maupun SIPI ini dapat lebih cepat. Dengan cara membuat jaringan-jaringan dengan nelayan lain di Indonesia”, ujar Marwan Daud.
Mengenai kemampuan nelayan Juwana, yang telah dapat membuat kapal berukuran 60 grosston, serta ciptaan alat tangkap cantrang, dan modifikasi mesin darat menjadi mesin laut, Marwan Daud menyatakan, bangga. Dan ternyata kapal buatan nelayan Juwana sangat diminati para nelayan di Natuna Kepulauan Riau. Selain ukurannya, kapal cantrang buatan Juwana itu, mampu menampung hasil tangkapan antara 250 ton sampai 300 ton ikan. “Karena selama ini mereka mengeluh kalah dengan nelayan dari daerah lain, sebab ukuran kapal yang mereka gunakan lebih kecil. Sehingga benar jika mereka pendapatannya per bulan hanya Rp. 750ribu. Padahal bagi seorang nelayan, harusnya mereka dengan memiliki kapal sendiri, pendapatannya paling tidak Rp. 5juta”, ungkap Ketua Presidium ICMI.
Tapi, kata Ketua KUD Sarono Mino Juwana, Wahono, ciptaan alat tangkap ikan oleh nelayan Juwana dikenal dengan sebutan cantrang, sampai sekarang belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah. Karena Pemerintah memandang alat tangkap cantrang itu belum termasuk kategori alat tangkap yang diperbolehkan.
Diakhir kunjungannya di Juwana, Ketua Presidium ICMI, Marwan Daud menyempatkan diri untuk membeli sebuah kapal berukuran 40 grosston dari KUD Sarono Mino Juwana, senilai Rp. 3 Milyar, untuk hadiah nelayan Natuna Kepulauan Riau, yang mendambakan kapal berukuran besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: