Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Ditinggal Camat, Pertemuan Warga Batal

Posted by pasfmpati pada Oktober 16, 2008

jawapos.co.id – PATI-Puluhan masyarakat Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati Rabu (15/10) kecewa. Pasalnya, perwakilan mereka yang berasal dari Forum Komunikasi Masyarakat Desa Tanjungrejo tidak diterima oleh Camat Margoyoso Suharto Hadi. Padahal yang mengundang adalah Camat.
“Kami diundang ke sini oleh Pak Camat, tetapi beliaunya ada acara dengan Bapak Bupati, sehingga dilimpahkan ke Sekcam (Suhartono). Tetapi, kami tidak mau ditemui oleh Sekcam, jadi harus ditunda,” ujar Bambang Widarto, ketua Forum Komunikasi, kemarin.

Warga meminta ada pertemuan ulang untuk membahas persoalan sertifikat tanah yang tak kunjung selesai dari tahun 2003 itu. Persoalan ini sudah dilaporkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Pati dan Bupati Pati.

Bambang mengatakan, pihaknya tidak mau ditemui Suhartono karena tidak sesuai dengan undangan yang diberikan. Dia menjelaskan, persoalan sertifikat tanah warga yang tak kunjung selesai ini membutuhkan kebijakan dari camat.

“Bukan berarti kita menyepelekan peran sekcam yang telah diberikan amanah, tetapi, kami membutuhkan camat untuk memberikan keputusan. Sebab, klarifikasi persoalan sertifikat tanah ini harus ada sanksi bagi aparat desa yang melanggar peraturan,” katanya.

Bambang menjelaskan, Sekcam telah bersedia mengangendakan kembali pertemuan klarifikasi antara Forum Komunikasi dengan perangkat desa tersebut. Dia dijanjikan, pekan depan akan ditemukan dengan Camat Margoyoso.

Sementara itu, Sudarto Kadus I Desa Tanjungrejo ini mengaku, tidak melakukan penipuan sertifikat yang dituduhkan masyarakat. Masyarakat yang mengurus sertifikat sejak tahun 2003 ini, berkasnya sudah dilimpahkan kepada BPN.

“Tidak benar kalau ini penipuan, warga yang bayar tetapi sertifikatnya tidak jadi. Semuanya ini sudah saya serahkan kepada BPN, jadi menunggu waktu dari BPN sertifikatnya jadi. Dari bulan Maret ini sudah ada 13 sertifikat yang selesai, kok dikatakan melakukan penipuan,” tandas Sudarto. (ris)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: