Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Pusri Akan Kenakan Sanksi Administrasi, Bagi Distributor/Pengecer Yang Jual Pupuk Diatas HET.

Posted by pasfmpati pada Oktober 18, 2008

pasfmpati.com [Pati, Kota] – PT. Pusri mengancam akan mengenakan sanksi administrasi kepada para distributor atau pengecer, yang menjual pupuk urea Pusri kepada petani dengan harga di atas Harga Eceran Terrendah HET. Sanksi tersebut berupa pencabutan ijin usaha sebagai penyalur atau distributor pupuk.

PT. Pusri akan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan para distributornya di daerah. Apabila distributor didaerah dalam menjalankan usahanya, menyimpang dari ketentuan dalam penyaluran pupuk Pusri jenis urea bersubsidi, dengan menjualnya diatas Harga Eceran Terendah HET, maka distributor bersangkutan dapat dikenai sanksi adminstrasi.
Menurut Kepala Kantor Pemasaran Perwakilan PT. Pusri Kabupaten Pati, Nur Rochmad, sanksi administrasi yang diberikan PT. Pusri terhadap distributor maupun pengecernya, yang lakukuan penyimpangan dalam penyaluran Pusri jenis urea, terutama yang bersubsidi, dapat berupa pemberhentian sebagai distributor, maupun pengecer.

Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Pemasaran Perwakilan PT. Pusri Kabupaten Pati, Nur Rochmad, saat Halal Bihalal bersama para distributor dan pengecer di Rumah Makan Sapto Renggo, Kamis malam, 16 Oktober 2008.
“Kalau ada yang menjual pupuk sriwijaya jenis urea diatas ketentuan HET, jangan harap. PT. Pusri tidak ada apun bagi siapapun. Kita akan tindak tegas dan berikan sanksi”, tegas Nurrochmad.
Kepala Dinas Pertanian dan Petertanakan DISTANAK Kabupaten Pati, Ir, Pudjo Winarno, dalam kesempatan yang sama mengatakan, kebutuhan pupuk sekarang ini memang dahsyat. Sehingga ketika petani butuh. diharapkan para distributor yang bertanggungjawab atas wilayah penyalurannya, dapat memenuhinya. Untuk itu, Distanak meminta distributor lebih mengutamakan pelayanannya kepada petani dalam pemenuhan kebutuhan pupuknya. “Masalah pupuk memang ibarat gendeng tahunan. Tetapi saya minta, distributor / pengecer lebih peduli petani, untuk mendapatkan pupuk”, harap Pudjo Winarno.
Koordinator Distrobutor wilayah Pati, Sutikno terus terang mengaku, mengalami sejumlah kesulitan, selain terikat dalam kontrak kerja dan sistem pembelian tertutup, distributor dan pengecer diwajibkan membuat laporan mengenai jumlah maupun alur penjualan pupuk. Kemudian perilaku petani yang yang masi rendah untuk menyerap informasi. Terutama yang terkait langsung dengan masalah pemenuhan dan pendistribusian pupuk. “Jika distributor dijatah dengan hitungan per bulan, petani justru menghitung kebutuhan pupuknya ketika ada hujan”, jelas Sutikno.

Belum lagi, adanya ketentuan dalam pengambilan jatah pupuk, distriobutor harus menyertakan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok RDKK Tani, yang harus dilengkapi SPPT. Padahal, adanya pembukaan lahan diareal milik Perhutani, juga membutuhkan pupuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: