Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Raperda Tentang SOTK, Terpaksa Dipending, Fraksi-Fraksi Belum Setuju

Posted by pasfmpati pada Oktober 18, 2008

pasfmpati.com [Pati, Kota] – Masih belum selesainya pembahasan, dan belum adanya kesepahaman dilintas fraksi, raperda tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja STOK Daerah, terpaksa tertunda persetujuanya. Sedang untuk 8 raperda yang telah selesai pembahasannya, bersamaan dengan pembahasan raperda tentang STOK, sudah dapat disetujui menjadi Peraturan Daerah atau PERDA, Kamis siang, 16 Oktober 2008 kemarin.
Fraksi – fraksi di DPRD Kabupaten Pati, masih belum sepakat terhadap laporan hasil kerja panitia Khusus yang membahas tentang Raperda SOTK. Sehingga dalam rapat paripurna, semua fraksi sepakat untuk mempending raperda tersebut, untuk dibahas kembali sebelum ditetapkan menjadi Perda.
Sementara itu dari beberapa raperda yang dibahas oleh 3 Panitia Khusus, baru menyetujui 8 raperda menjadi perda, melalui voting. Karena juga terjadi adanya perbedaan pendapat antar fraksi.

Berdasarkan penyampaian akhir fraksi – fraksi di DPRD Pati, akhirnya Pimpinan Sidang, Wakil Ketua DPRD Pati, Achmad Farid Abdul Hadi melobi beberapa fraksi yang belum dapat menerima hasil kerja ketiga Panitia Khusus, yang disampaikan masing-masing Ketuanya. “Karena masih ada fraksi yang belum dapat menyetujui hasil kerja ketiga Pansus. Sehingga sebelum diputuskan, perlu kami mintakan ketegasan dari fraksi-fraksi lebih dulu”, ujar Achmad Farid Abdul Hadi.
Fraksi PBPKU, yang pada awalnya belum dapat menerima hasil kerja ketiga Panitia Khusus, akhirnya menyetujui, dengan catatan agar raperda – raperda yang terpending diberi kejelasan waktu pembahasanya. Seperti yang diungkapkan H. Rusydi Achmadi anggota Fraksi PBPKU dari PPP. “Bagi kami bagi raperda – raperda yang belum dapat ditetapkan hari ini, penjadwalannya harus jelas, kapan mau dibahas. Dan kami minta jangan terlalu lama”, pinta H. Rusydi.

Sementara itu, bersikap seperti Fraksi Golkar, fraksi PDI Perjuangan dan fraksi PKB, yang dapat menyetujui hasil kerja pansus 3, dan Pansus 2 khusus pasar, tetapi fraksi Partai Demokrat memberikan catatan untuk perda khusus pasar. Seperti disampaikan salah seorang anggotanya, Retno Junaedi, agar retribusi bagi usaha masyarakat yang berada di radius 200 meter dari batas pasar, tidak terlalu memberatkan. “Kami juga berharap pengelolaan retribusinya oleh dinas yang bertanggungjawab harus jelas”, tegas Retno Junaedi.

Akhirnya dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Pati, Achmad Farid Abdul Hadi, dan dihadiri Wakil Bupati, Kartina Sukawati, dan Sekda Sri Merditomo itu, hanya menyetujui delapan dari belasan raperda yang dibahas oleh 3 Panitia Khusus. Diantaranya peraturan daerah atau Perda pajak penerangan jalan, pajak hotel, pajak restauran, retribusi tempat khusus parkir, perubahan perda tentang retribusi penyedotan kakus, retribusi parkir ditepi jalan umum, retribusi rumah potong hewan, serta perda tentang pasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: