Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,686 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Kasus Bunuh Diri Tanpa Sebab Jelas Kembali Terulang

Posted by pasfmpati pada Oktober 21, 2008

pasfmpati.com [Pati, Kota] – Orang bunuh diri dengan cara gantung diri, yang terjadi di wilayah Kabupaten Pati, seakan berlangsung beruntun. Belum hilang dari ingatan kita, peristiwa bunuh diri di Desa Kedungbulus dan Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong, kini peristiwa yang sama terjadi di Desa Kuthoharjo Kecamatan Pati. Peristiwa terakhir yang terjadi di Desa Kuthoharjo. pelaku bunuh dirinya, seorang guru SD.
Seorang guru di SD Kanisius Pati, Selasa pagi, 21 Oktober 2008, diketahui tewas dalam keadaan menggantung diri. Tetapi kenekatan guru bernama Supraptono, berusia 41 tahun yang dikenal ramah dan bertanggungjawab itu, justru meninggalkan tanda tanya bagi keluarga dan tetangganya.
Pasalnya dalam segi ekonomi pun, warga Dukuh Randu Desa Kutoharjo Kecamatan Pati Kota ini, terbilang kecukupan. Korban juga dipercaya warga sebagai Ketua RT 3 RW 4 dilingkungannya. Sehingga wajar jika kenekatan bapak tiga anak ini yang juga memiliki banyak sapi dan sawah yang luas itu, membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai motif bunuh dirinya. Bahkan Alex teman korban kepada sejumlah media cetak maupun media elektronik mengaku terkejut dengan kenekatan korban, yang menghakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. “Gak ada tanda – tanda apa – apa. Gak ada masalah, di sekolah maupun di rumah biasa – biasa saja” unjar Alex.
Supraptono nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, di kandang sapi miliknya, yang berjarak sekitar 30 meter disamping rumahnya. Korban baru diketahui Eni istri korban, menggantung dilangit-langit kandung sapi, sekitar pukul 4 dinihari.
Eni yang baru bangun pagi itu, sudah tidak mendapati suaminya di rumah. Kemudian Eni mencarinya di kandang sapi, karena pada malam harinya sekitar jam 20.00 WIB, korban berpamitan hendak mengecek ternak. Sesampainya di kandang sapi, Eni berteriak histeris saat mendapati suaminya telah kaku dengan leher tergantung seutas tali tampar.
Karuan saja warga yang mendengar jeritan Eni, langsung menuju ke rumah korban, dan melaporkan kejadian tersebut ke Polisi. Polisi yang datang langsung melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan, oleh dokter puskesmas Pati ditidka menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Namun kasus tersebut, tetap diselidiki polisi.

5 Tanggapan to “Kasus Bunuh Diri Tanpa Sebab Jelas Kembali Terulang”

  1. Kristianto W S said

    Kejadian ini sangatlah mengejutkan bagi saya. Sebab bagi saya yang merupakan “mantan” anak didiknya ini merupakan hal yg aneh. Sebab di mata saya beliau sangatlah baik dan juga disiplin dalam menjalankan tugasnya.

  2. yoeditha.net said

    Segenap Kru yoeditha.net Panche, Adithya kasidi, Oky Hendrik, Tony, Leo dkk mengucapkan belasungkawa yang sebesar besarnya

  3. Mr-x said

    Pak pak aku dulu aku masih ingat bagaimana pesanmu pada saat aku menangis karena tak kuat menghadapi beratnya ujian Lt peramuka dan kamu berkata :
    Berjuanglah jangan menyerah dan pantang mundur!!!
    tapi kenapa kamu bunuh diri pak!!!! mana perjuangan MU!!!!!!

    Dalam hati aku tak percaya kau mati dengan cara bunuh diri karena ajaran ajaran yang ku terima selama 6 tahun jadi Murid MU

  4. angkatan 2002 SDK said

    Aditya Kasidi, Oky Hendrik , Leo Daniel mengucapkan turut belansungkawa atas meningalnya Guru kami tercinta

  5. Ini guru SDK 1 atau 2 ya? Ini Pak Prapto guru SDK 1?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: