Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Langgar Ijin Keimigrasian, 4 Musikus Asal Jerman Dicekal Pentas

Posted by pasfmpati pada Oktober 25, 2008

pasfmpati.com [Pati, Kota] – Petugas imigrasi kelas II A Pati, mencekal empat musikus asal Jerman, saat akan tampil dalam konser musik punk di Kayen, Kamis siang, 23 Oktober 2008 kemarin. Pencekalan tersebut, karena keempat musikus Jerman yang datang ke Indonesia itu, hanya mengantongi visa turis.

Pencekalan terhadap empat musikus asal Jerman itu, terjadi beberapa jam sebelum acara pentas musik Punk di lapangan Desa Kayen berlangsung. Tepatnya di Hotel Pati, tempat keempat musikus Jerman itu menginap, bersama seorang sponsornya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pati, Agustinus Sigit Haryono SE MM, didampingi Kasi Pengawasan dan Penindakwan Keimigrasian, Pupung Harry Purwono, SH kepada PAS Pati menjelaskan, keempat warga negara Jerman yang dicekal sebelum pentas musik Punk di Kayen berlangsung, karena mereka hanya mengantongi visa turis saja, tanpa melengkapi ijin yang lain. Seperti kelengkapan ijin dari Mabes Polri, Departemen Tenaga Kerja, Departemen Pariwisata, maupun ijin dari Keimigrasian. “Keempat warga Jerman yang kami cekal sebelum terlanjut pentas musik di Kayen, Kamis siang, 23 Oktober 2008 kemarin, bernama Frank Koppe, Christian Robbi Litisa, Benyamin Kuhr, dan Thomas Hok”, jelas Agustinus Sigit Haryono SE MM.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pati, Agustinus Sigit Haryono SE MM menghimbau, agar sponsor atau masyarakat yang akan mendatangkan orang asing ke wilayah negara Indonesia, untuk melengkapi perijinannya melalui departemen teknis tertentu, sesuai kepentingannya. “Karena dengan persyaratan yang dipenuhi akan memudahkan kelancaran dalam mendatangkan atau menerima kedatangan orang asing. Karena tidak menutup kemungkinan kedatangan semua orang asing ke Indonesia, memiliki tujuan yang baik. Sehingga ketika kita tahu mereka tidak punya ijin yang sah, kita tetap tindak lanjuti”, katanya.
Menjawab pertanyaan PAS Pati mengenai pelanggaran keimigrasian yang terjadi hingga bulan Oktober tahun ini, Agustinus Sigit Haryono mengaku, justru cenderung turun. Hal ini karena orang asing yang tinggal di wilayah kantor imigrasi Pati, lebih bersikap kooperatif. Dan mereka telah melengkapi dengan surat – surat yang dipersyaratkan, seperti Kartu Ijin Tinggal Sementara [KITAS].
Untuk saat ini, warga asing lebih banyak masuk di Kabupaten Jepara, baik yang bekerja sebagai design grafis mebeler, dan para pembeli barang – barang mebeller yang ingin meminta contoh produk langsung di Jepara.
Sedang warga negara asing yang tinggal di wilayah Kabupaten Pati, hingga 24 Oktober 2008, tercatat 4 orang. 2 warga negara Jepang, serta seorang warga negara Brunei Darussalam, dan seorang lagi warga negara Belanda.

Sementara warga negara Indonesia yang mengajukan permohonan paspor, tercatat sebanyak 1.049 orang, 459 orang diantaranya pemohon paspor khusus Tenaga Kerja Indonesia TKI, dengan negara tujuan Malaysia, Hongkong dan Singapura, serta sisanya permohonan paspor umum termasuk umroh.

Satu Tanggapan to “Langgar Ijin Keimigrasian, 4 Musikus Asal Jerman Dicekal Pentas”

  1. artikel yan menarik…kira2 bagaimana ya cara yang tepat untuk menghindari kasus tersebut terulang kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: