Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,717 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Pentas Musik Dibubarkan Secara Paksa

Posted by pasfmpati pada Oktober 25, 2008

jawapos.co.id – [PATI] – Pentas musik bertajuk Punk: Musik Peduli Lingkungan yang digelar di lapangan Desa Kayen, Kecamatan Kayen, kemarin (23/10) siang, terpaksa dibubarkan petugas kepolisian. Bahkan, band yang menjadi bintang tamu, Xcrosscheck dari Jerman, juga dicekal tidak boleh tampil.
Band beranggotakan empat personel, yakni Benyamin, Frank Coppe, Thomas, dan Christian Robby Litisa, itu tidak diizinkan memasuki Kecamatan Kayen dan bermain musik di pentas musik tersebut.

Menurut Kapolres Pati AKBP Hilman Thayib melalui Kapolsek Kayen AKP Harry Marcell, pembubaran itu karena perizinan yang diajukan untuk kegiatan itu adalah halalbihalal. “Tetapi pada pelaksanaannya digunakan untuk pentas musik,” katanya.

Pentas musik itu, memang lain dari biasanya. Acara tersebut terkait penolakan terhadap rencana pendirian pabrik semen di Pati. Grup band yang hadir dari berbagai kota. Mereka dijadwalkan tampil. Namun acara itu hanya berjalan beberapa jam sebelum dibubarkan. Pembubaran pentas itu dilakukan mulai pukul 14.00 WIB.

Berbagai orang yang menolak pendirian pabrik semen di Pati, juga melakukan orasi. Mereka juga membagikan selebaran tentang pendirian pabrik semen.

AKP Harry menjelaskan bahwa izin yang diperoleh panitia dinilai telah disalahgunakan. “Selain itu, pembubaran itu juga untuk mengantisipasi terjadinya perkelahian dua kelompok. Sebab, ada kelompok yang pro-pendirian pabrik semen yang akan datang ke acara tersebut. Makanya, kelompok pro itu juga kami bubarkan untuk menghindari bentrokan,” jelasnya.

Sedangkan mengenai pencekalan keempat warga negara Jerman, menurut AKP Harry, terkait masalah visa yang dibawa keempatnya. Dia mengatakan, visa yang dibawa merupakan visa wisata, bukan visa untuk bermain musik.

Sementara Ipang, salah satu panitia dari Fosos MGK (Forum Sosial Masyarakat Gunung Kendeng), menyayangkan adanya sikap represif dari aparat keamanan. Dia mengatakan bahwa pentas musik itu sebagai bentuk perlawanan terhadap pendirian pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, Pati.

Dia menambahkan, setidaknya ada 30 band dari 14 kota di Indonesia yang akan tampil dalam acara tersebut. “Mereka menyatakan kepedulian lingkungan. Isu berdirinya pabrik semen itu akan merusak lingkungan yang ada di Pati dan sekitarnya,” katanya. (ris)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: