Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,732 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Tanah Harus Berkontribusi Pada Kesejahteraan Rakyat, Bukan Jadi Pemicu Perkara

Posted by pasfmpati pada November 1, 2008

pasfmpati.com [Gembong, Seloromo] – Penyebab timbulnya  perkara, baik pidana, perdata, maupun tata usaha negara yang sampai ke pengadilan, lebih banyak disebabkan karena kepemilikan tanah, atau karena persoalan tanah. Hingga sekarang ini,  dari  7.491 perkara baik pidana, perdata, maupun tata usaha negara di Indonesia yang masuk ke pengadilan, karena ribut  masalah tanah. Padahal tahan yang kita miliki harusnya dapat memberikan kontribusi pada kesejahteraan.

Perkara pidana, perdata maupun tata usaha negara, yang ditimbul akibat sengketa  tanah,  karena mereka yang berperkara enggan menyelesaikanya dengan mediasi melalui  Badan Pertanahan Nasional BPN.

Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional BPN Propinsi Jawa Tengah, Ir  Dodi Imron Cholid mengatakan, jumlah perkara pidana, perdata maupun tata usaha negara, yang berawal dari masalah tanah di Indonesia  mencapai 7.491 kasus, yang ditargetkan harus selesai  dalam jangka waktu sepuluh tahun.   “Selesaikan saja  datang ke BPN, kita bantu mediasi.  Dan kita berharap sesama komponen bangsa  agar dapat menangkal hal semacam ini.  Yang terpenting kita diharapkan untuk mensertifikatkan semua permukaan bumi di Indonesia, khususnya diluar kawasan hutan”, jelasnya.

Sementara untuk di Jawa Tengah sendiri,  tutur  Kepala Kanwil BPN, Ir Dodi Imron Cholid, terjadi  hampir 400 kasus pertanahaan. Untuk kasus ini, BPN Jawa Tengah menargetkan dalam jangka waktu lima tahun mendatang sudah selesai.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kanwil BPN, Ir Dodi Imron Cholid,  pada acara penyerahan seribu sertifikat bagi pemohon di karesidenan Pati,  yang berlangsung di areal Waduk Seloromo Kecamatan Gembong,  Sabtu pagi,  (1/11/2008).

Ir Dodi Imron Cholid berharap,   masyarakat  di Jawa Tengah umumnya, untuk lebih memanfaatkan tanah yang dimilikinya.  Setidaknya dapat memberikan kontribusi  bagi kesejahteraan  hidupnya.   Bukan sebagai  pangkal masalah,  hanya karena  gara – gara tanah  terjadi keributan.  Seperti  yang terjadi dibeberapa  daerah. “Tanah dan pertanahan harus berkontribusi  dalam  menata kehidupan yang lebih tentram dan harmonis.  Tidak boleh lagi gara – gara tanah  berantem.  Tidak boleh lagi gara – gara batas desa, kecamatan atau kabupaten  bukan batas kepemilikan tanah, tetapi batas administrasi terjadi perang antar warga.  Ini sudah tidak menarik dan tida boleh terjadi”, pintanya.

Kepala Kanwil BPN, Ir Dodi Imron Cholid meminta kepada masyarakat yang  tanahnya yang belum bersertifikat untuk segera disertifikatkan. Hal itu diharapkan, dapat masuk dalam sistem politik ekonomi negara.  Karena dengan demikian, akan memudahkan pemilik tanah ketika berusaha. Tidak hanya dijaminkan untuk meminjam uang di bank, tetapi juga memberi kemudahan ketika tanah akan diwariskan atau dihibahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: