Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Ditemukan Tanah Bengkok Perangkat Desa, Sebagai Lahan Penggalian Bahan Golongan C

Posted by pasfmpati pada November 5, 2008

pasfmpati.com [Pati, Tlogowungu] – Tanah bengkok salah seorang perangkat desa Guwo Kecamatan Tlogowungu, diduga digunakan bukan untuk peruntukkannya. Tanah bengkok yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk pertanian, tetapi oleh pemegang tanah bengkok tersebut, dimanfaatkan untuk lokasi penambangan bahan galian golongan C.Tanah bengkok seorang perangkat desa Guwo Kecamatan Tlogowungu, yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi lokasi penambangan bahan galian golongan C, mendapat sorotan tajam dari wakil rakyat dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Pati.
Pasalnya tanah bengkok milik salah seorang KaUr desa setempat, yang justru dimanfaatkan sebagai lahan penambangan bahan galian golongan C. Luasan areal yang diambil bahan galian golongan C nya, mencapai lebih dari satu hektar.
Hal itu ditemukan saat Komisi A dan C DPRD Kabupaten Pati, dan sejumlah pejabat terkait melakukan kunjungan kerja ke lokasi penambangan di areal milik salah seorang perangkat desa di Desa Guwo Kecamatan Tlogowungu.
Menurut Ketua Komisi C DPRD Pati, FX Mulyatno, areal seluas satu hektar lebih yang dijadian penambangan itu, digali secara melingkar untuk diambil batu dan pasirnya. Sehingga tanah dan tanaman tebu yang ada diatasnya nampak menggantung, dan rawan terjadinya tanah ambrol. Belum lagi, operasional penambangan tersebut belum mendapat ijin dari instansi terkait. “Kemudian dilihat dari keselamatan kerja cara penggalian itu, karena sistemnya itu ngrong. Artinya tanah yang dibawah lebih kedalam, sementara tanah yang diatas menjorok keluar. Sehingga tanah yang diatas tidak mendapat topangan dibawahnya. Jadi kemungkinan tanah itu runtuh sangat besar. Kalau runtuh, korban nyawa, korban jiwa akan bisa terjadi”, tutur FX Mulyatno.

Masih menurut FX Mulyatno, sebetulnya masyarakat Desa Guwo, sudah mencoba pro aktif menyikapi penyalah gunaan peruntukkan tanah bengkok oleh salah seorang kaurnya. Bahkan Camat juga telah merespon sikap warga, dengan mengeluarkan surat penghentian operasional. Tetapi pelaku usaha penambangan tetap saja mengabaikan surat dari Camat itu. “Mengenai penggunaan tanah bengkok yang tidak pada peruntukkannya, bagaimana prosesnya kita serahkan pada dinas – dinas terkait. Kalau itu merupakan pelanggaran, ya harus dikenakan sanksi. Sebetulnya masyarakat sekitar sudah antisipasi dengan melaporkan hal itu. Bahkan Camat juga sudah mengeluarkan surat perintah untuk menghentikan kegiatan tersebut. Tetapi sepertinya pelaku usaha itu tetap mbandel, sehingga masih tetap melaksanakan kegiatan”, jelasnya.
Terhadap permasalahan tersebut, Komisi A dan C DPRD Kabuapten Pati itu, akan mengadakan rapat koordinasi dengan dinas terkait, dengan mengundang Kades dan Perangkat Desa, untuk membahas penggunaan tanah bengkok bukan pada peruntukkannya.

Akibatnya tanah bengkok itu, kini kondisinya rawan longsor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: