Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Pembeli Bekas Bekas Bongkaran Rehab Smp Negeri 5 Pati Didengar Kesaksiannya.

Posted by pasfmpati pada November 17, 2008

pasfmpati.com [Pati, Kota] – Sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan bekas bongkaran rehab eks Gedung SKKP Pati, dengan terdakwa Kepala SMP Negeri 5 Pati (non aktif) Budi Purwanto, kembali berlanjut, Senin pagi,  17 Nopember 2008. Sidang lanjutan yang digelar mulai pukul  12:30 WIB itu, mengagendakan mendengarkan kesaksian dari pembeli. 

Tim Jaksa Penuntut Umum (Karnida SH, Rukin SH, Muhamad Nur Azis SH, dan Indah Kurnianingsih SH), menghadirkan  saksi-saksi, untuk didengar kesaksiannya dalam kasus dugaan penggelapan  material bekas bongkaran rehab gedung SMP Negeri 5 Pati.

Dari  empat saksi yang dihadirkan di persidangan,  dua diantaranya pembeli  kayu jati dan marmer asal Semarang,  Wahyu Joko Lelono dan Santoso Eko Yuwono.  Sedang tiga saksi lain yang rencananya hari itu dipanggil, istri Bupati Tasiman (Nyonya Retno Murindah), penjaga SMP Negeri 5 Pati, Kusnin, dan seorang paranormal bernama Suparno.

Santoso Eko Yuwono yang diperiksa kesaksiannya hampir sebagian besar menjawab pertanyaan Majelis Hakim dengan jawaban tidak tahu. Termasuk orang yang membeli kayu maupun marmer yang dibelinya di SMP Negeri 5 Pati.  Hingga  Hakim Ketua, Tardi SH  menilai banyak kesaksian  Wahyu Eko Yuwono menyimpang, dari  Berita Acara Pemeriksaan BAP yang ditanda tanganinya.  Sebab jawaban yang disampaikan kepada Majelis Hakim, selalu berubah – ubah.

Namun dalam hal harga pembelian yang disepakati oleh mereka yang terlibat dalam perkara ini sebesar Rp. 300 juta,  saksi Santoso Eko Yuwono mengaku, yang menawarkan justru dari terdakwa Kepala SMP Negeri 5 Pati (non aktif) Budi Purwanto, yang kemudian ditekankan oleh  Kasubdin Sarpras Disdik (non aktif) Surektor, yang juga terdakwa dalam kasus ini.

Setelah terjadi pembayaran sebesar Rp. 286 juta, secara cicilan baik tunai maupun transfer ke rekening terdakwa Budi Purwanto,  saksi mengaku mulai melakukan pembongkaran dan pengangkutan material yang telah disepakati secara lisan.

Tetapi pada bulan Mei 2008,  justru  terdakwa oleh  Sekda Pati, Ir Sri Merditomo atau nama Pemkab Pati memerintahkan terdakwa, Kepala SMP Negeri Pati (non aktif)  Budi Purwanto, untuk segera mengembalikan material bekas bongkaran tersebut.  Meski harus mengembalikan uang  senilai Rp.200 juta rupiah kepada  saksi pembeli (Wahyu Joko Lelono dan Santoso Eko Yuwono).  Tapi  sampai sekarang barang – barang tersebut, hanya sebagian kecil yang berhasil dikembalikan.

Mengetahui adanya tindak pidana tersebut, Ketua Komite SMP Negeri 5 Pati, H Daryudi melaporkan adanya dugaan penggelapan tersebut ke Polda Jawa Tengah, yang kemudian dalam penanganannya dilimpahkan dan menjadi kewenangan Polres Pati.

Sampai berita ini disusun, pukul 16:00 WIB,  Majelis Hakim masih memeriksa keterangan saksi Wahyu Joko Lelono, serta saksi  seorang  yang diyakini paranormal bernama Suparno.

Dalam perkara ini, terdakwa Budi Purwanto yang selama persidangan didampingi Pengacara dari PGRI Jawa Tengah, dijerat dengan dakwaan berlapis,  dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dan  cagar budaya secara bersama – sama.  Seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 31 tahun 1999, yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001,  serta   Undang-undang Nomo 5 tahun 1992.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: