Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Musim Hujan Tiba, Waspadai Juga Penyakit Kencing Tikus (Leptospirosis)

Posted by pasfmpati pada November 23, 2008

pasfmpati.com [Pati, Kota] – Sejumlah bibit penyakit mudah bermunculan di musim penghujan. Tidak hanya serangan atau wabah demam berdarah dengue atau DBD semata, tetapi juga harus mewaspadai berkembang biaknya parasit leptospira atau leptospira batavie.  Yakni penyebab penyakit leptorspirosis. Penyakit yang bersumber dari kencing tikus ini, lebih mudah menyebar melalui perantara air yang menggenang. 

Masyarakat perlu mewaspadai lingkungannya, saat musim hujan yang mulai turun akhir – akhir ini. Karena di musim ini, wabah penyakit sangat mudah penyebarannya. Sebab penyakit seperti demam berdarah dan leptospirosis penyebarannya melalui air yang tergenang.

Menurut Kasi P2M PLP Dinas Kesehatan Kabupaten Dinkes Pati dr  Indah Susianawati MM,  penanganan penyakit demam berdarah dengue, pihaknya telah melakukan upaya pengasapan atau fogging dan abatisasi, setelah mendapatkan informasi dari pasien di rumah sakit  dengan kecurigan DBD, serta mengintesifkan pemantauan jentik.

Namun terhadap wabah leptospirosis atau yang dikenal sebagai penyakit kencing tikus, (karena berasal dari kotoran hewan yakni air kencing tikus),  tidak boleh lengah, meski belum ditemukan kasus ini berjangkit di Pati. Parasit leptospira  berbentuk seperti spiral dan berukuran sangat kecil ini, bisa menyerang hewan dan manusia, serta dapat hidup di air tawar dalam jangka lama.   “Tikus yang sudah menganduk leptospira itu, apabila kencing di air, dapat menularkan penyakit leptospirosis. Lha  penyakit yang dulunya sudah dianggap sudah tidak ada di Kabupaten Pati, sejak mulai adanya banjir pada tahun 2007 bermunculan hingga sekarang.  Sehingga kami kawatirkan apabila kebersihan daripada lingkungan itu tidak dijamin, akan lebih banyak muncul penyakit ini.” terangnya.

Masih menurut dr Indah Susianawati MM, akibat leptospirosis ini, seseorang akan mengalami komplikasi penyakit dalam, diantaranya gagal ginjal dan gagal hati (lever).  Sebab leptospira masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak di ginjal (saluran kencing) kemudian balik ke dalam darah menyerang lewat pembuluh darah.
“Pada stadium awal manusia yang terserang mengalami demam tinggi, badan mengigil seolah kedinginan, lesu, dan perut eneg, muntah, radang mata seperti iritasi, dan rasa nyeri pada otot betis. Jika betisnya disentuh pasti kesakitan. Gejala itu akan tampak antara empat sampai sepuluh hari setelah tertular.” kata dr Indah Susianawati MM.

Menurut berbagai sumber, penyakit leptospirosis paling mudah masuk melalui permukaan tubuh yang terbuka atau luka.  Mereka juga dapat masuk melalui kulit yang terendam lama. Selain itu Manusia dapt terinfeksi Leptospira melalui kontak dengan air tanah atau tanaman yang telah dikotori air seni hewan.  Masa inkubasinya antara empat sampai sepuluh hari. Tetapi cepat lambatnya penularan tergantung tiga faktor orangnya, kumannya dan lingkungannya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: