Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Penjualan Hasil Bongkaran Rehab, Oleh Mantan Kepala SMPN 5 Pati Nonaktif, Karena Ada Perintah

Posted by pasfmpati pada Desember 4, 2008

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Penjualan material hasil bongkaran rehab gedung SKKP Pati, atau yang sekarang SMP Negeri 5 Pati,  yang  bermasalah hingga ke Pengadilan Negeri Pati, terjadi karena ada perintah. Demikian salah satu kesaksian yang terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan material hasil bongkaran rehab gedung  SKKP Pati,  di Pengadilan Negeri Pati, Rabu siang,  3 Desember 2008.

Seharusnya material hasil bongkaran gedung SKKP Pati, sesuai surat prosedurnya dimanfaatkan lagi untuk merehab.  Tetapi kenyataannya,  justru material berupa papan plafon yang terbuat dari kayu jati, dan marmer bernilai sejarah, sebagian besar hilang.  Dan  hilangnya barang – barang tersebut, karena  dijual.

Demikian keterangan Kepala Disdik Pati, Drs Sarpan SH MM,  saat menjadi saksi dalam kasus dugaan penggelapan material bekas bongkaran SMP Negeri 5 Pati, dengan terdakwa  Kasubdin Sarpras Disdik Pati (nonaktif), Surekto, dan  Kasubag  Rumah Tangga Setda Pati (nonaktif), Suprihati, di Pengadilan Negeri Pati,  Rabu, 3 Desember 2008.

Ketika menjawab pertanyaan Majelis Hakim, mengenai pelaku yang menjual tersebut,  saksi Kepala Disdik Pati menyebut, nama  Budi  Purwanto Kepala SMP Negeri 5 Pati (nonaktif), yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini, atas perintah  terdakwa  Surekto.

Kepala Disdik Pati,  Sarpan menjelaskan,  hal  tersebut  diketahuinya ketika berlangsung rapat di Bawas Pati, pada tanggal 14 Mei 2008 lalu.  Kepala SMP Negeri 5 (nonaktif) Budi Purwanto, yang juga diundang dalam rapat tersebut mengaku,  penjualan aset bekas bongkaran rehab tersebut, atas perintah Surekto, yang waktu itu masih akfit sebagai Kasubdin Sarpras Disdik Pati.

Tetapi keterangan saksi Kepala Disdik Sarpan,  dibantah oleh terdakwa Surekto.  Dalam bantahan yang disampaikan secara lisan,  terdakwa Surekto menyatakan, tidak ada perintah kepada Budi Purwanto, untuk menjual aset bekas bongkaran  tersebut. Karena keterlibatan dalam suatu rehab, maupun pembangunan gedung di sekolah manapun, terdakwa hanya sebatas  mengusulkan berdasarkan hasil survei, untuk mendapat persetujuan dinas termasuk penggunaan anggarannya.

Dalam sidang tersebut juga terungkap, adanya pencabutan surat  perintah pelaksanaan penghapusan dan pembongkaran.  Sebab menurut kesaksian Kepala Disdik Pati, Sarpan, dalam pelaksanaannya  ditemui penyimpangan – penyimpangan. Yakni hilangnya sebagian besar bekas bongkaran, karena dijual.  Padahal semestinya  barang – barang tersebut harus dipergunakan lagi, dalam rehab tersebut.

Sementara saksi lain,  Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana DISKIMPRAS Kabupaten Pati, Ir. Suharyono MM,  sampai berita  ini disusun masih  diperiksa kesaksiannya, oleh  Majelis Hakim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: