Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,732 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Distanak Pati, Pantau Kelayakan Konsumsi Daging Hewan Qurban Ke Daerah – Daerah

Posted by pasfmpati pada Desember 9, 2008

pasfmpati.net [Patik, Kota] – Untuk mengantisipasi agar hewan kurban yang dipotong benar-benar bebas dari bahaya penyakit menular berbahaya, terutama antraks, Dinas Pertanian dan Peternakan DISTANAK Kabupaten Pati, ditempat – tempat penyembelihan hewan qurban.
Sebagai langkah antisipasi kemungkinan hewan kurban terkena penyakit, Dinas Pertanian dan Peternakan DISTANAK Kabupaten, menurunkan tim untuk memeriksa daging kurban. Tim tersebut turun ke tempat – tempats penyembelihan hewan kurban guna memeriksa kesehatan pada saat hewan sebelum disembelih dan setelah berujud daging kurban.

Menurut  Kepala DISTANAK Kabupaten Pati,  Ir Pujo Winarno, dari hasil pemantauan dan pemeriksaan terhadap ribuan hewan kurban yang diperiksa, secara umum dagingnya layak untuk dikonsumsi. Meski ada beberapa diantara ternak kurban, yang ditemukan berpenyakit,  yang sifatnya tidak membahayakan bagi kesehatan. “Yah ada bebera ekor hewan kurban yang sakit, tapi tidak berbahaya. kebanyakan sakit mata pada  ternak kurban jenis kambing. Tetapi dagingnya layak untuk dikonsumsi. Dan kalau kami melihat ada ternak yang sekiranya itu tidak layak untuk dikonsumsi, ya kami menganjurkan untuk tidak didistribusikan,” ungkap Ir Pujo Winarno, Kepala DISTANAK Kab. Pati, Senin, 8 Desember 2008.

Dalam pemantauan dan pemeriksaan ke tempat –tempat penyembelihan hewan kurban hingga ke pelosok, ini,  DISTANAK Kabupaten Pati menugaskan mantri – mantri hewan yang ada disetiap kecamatan, untuk turun langsung.

Ir Pujo Winarno menjelaskan, pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kabupaten Pati oleh Distanak dilakukan pada H – 7  hingga H+8 Idul Adha. Hal ini untuk mengantisipasi agar hewan kurban yang dipotong bebas dari bahaya penyakit menular berbahaya, seperti  antraks. Namun sejauh pemantauan dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan,  belum menemukan adanya hewan kurban yang  terserang atau membawa  penyakit antraks. “Untuk antraks ini khan, ketika  peternak membeli dalam keadaan yang masih hidup saja sudah terlihat. Sehingga hewan – hewan ini untuk keperluan kurban,  peternak sebelum menjualnya tentu memilih  ternak yang benar – benar sehat,” pungkasnya.

Pada  saat  hari  H pelaksanaan kurban,  Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati,  lebih memfokuskan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, di  Masjid Besar Baitun Nur Pati,  Masjid Jami` Rendole,  Masjid Jami`  Gembleb, dan beberapa tempat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: