Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,732 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Penyimpangan Dalam Pendistribusian Pupuk, Harus Ditindak Tegas

Posted by pasfmpati pada Desember 15, 2008

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Kelangkaan pupuk bersubsidi dan melambungnya harga melampaui Harga Eceran Tertinggi HET, yang terjadi  hampir merata  di Kabupaten Pati,   salah satunya terjadinya keterlambatan pengiriman pupuk sampai ke  pengecer atau penyalur.  

Masalah kelangkaan dan melambungnya harga pupuk bersubsidi di Kabupaten Pati, yang terjadi sejak tiga bulan terakhir ini, menjadi perhatian serius  Pemkab Pati.  Bahkan massalah pupuk bersubsidi ini,  sempat dibahas dalam rapat koordinasi masalah pupuk dan pendistribusiannya,  di ruang Pragola Setda Pati,  Senin pagi,  15 Desember 2008.
Bupati Pati, Tasiman  yang memimpin rapat  koordinasi tersebut mengungkapkan, keterlambatan pengiriman pupuk sampai ketitik sentral, yang dilakukan hingga malam hari, akibat hambatan tansportasi.  Selain itu, kebutuhan pupuk secara bersamaan diberbagai wilayah, dan adanya kekawatiran petani  yang tak terpenuhinya kebutuhan pupuknya, dengan membeli pupuk diluar jadual pemupukan juga turut memperparah kelangkaan dan melambungnya harga pupuk bersubsidi.
Dalam kesempatan tersebut,  Bupati  Tasiman berjanji  menindak tegas setiap terjadinya penyimpangan, dalam pendistribusian pupuk bersubsidi ini.   Meski berdasarkan hasil pemantauan  HET  terhadap pengecer resmi, belum ditemukan  pengecer yang menjual pupuk diatas HET.
Bupati  Tasiman mengungkapkan,  kebutuhan pupuk di Kabupaten Pati sekarang ini masih mengalami kekurangan, karena kebutuhan pupuk riil sebanyak 53ribu ton. Tetapi  sesuai SK Mentan, kouta pupuk untuk Kabupaten Pati hanya  42ribu ton. Dan kekurangannya hingga sekarang masih dimintakan tambahan ke Gubernur Jawa Tengah.  “Selama ini yang namanya pupuk menjadi masalah, karena apa,  kebutuhan pupuk di Kabupaten  Pati secara keseluruhan  53ribu  ton, ternyata yang direalisasi hanya sekitar 40ribu ton. Itu saja kan masih kurang, apalagi dengan penggunaan pupuk itu kan  1 hektar 2,5 kuintal. Tetapi  petani ada yang menggunakan hingga 500 kuintal perhektarnya”, kata Bupati Tasiman.
Rapat koordinasi juga menyepakati, usulan  Perwakilan Petrokimia Gresik, untuk membentuk 1 kios  disetiap desa, untuk melayani penyaluran pupuk.   Dan jumlah kios  tidak boleh melebih jumlah desa yang ada disetiap kecamatan.  Dan  setiap kios yang ada,  diwajibkan untuk memberikan pelaporan penjualan pupuknya kepada Kades, serta Distributor.
Dalam kesempatan tersebut juga muncul wacana,  adanya rencana perombakan susunan personil dalam Komisi Pengawas Penyaluran Pupuk KP3 Bersubsidi, pada tahun 2009.   Yakni  Ketua KP-3, yang sebelumnya dipegang  Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Pati,  namun pada tahun  2009, akan dipegang langsung  oleh  Wakil Bupati.
Rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Tasiman, dihadiri  Asisten Ekonomi dan Pembangunan Desmon Hastiono,  Kepala Distanak Pati  Pujo Winarno,  Kepala Disperindag Pati Pratiknyo, Kepala Perwakilan PT  Pusri  Wilayah Pati, Nur Achmad,  Kepala  Perwakilan Petrokimia Gresik, Heri Santoso, serta para Camat, Distributor, Pengurus KTNA, dan HKTI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: