Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Peningkatan Angka Kejadian Infeksi HIV/AIDS, Karena Perubahan Prilaku Dan Krisis Moral

Posted by pasfmpati pada Desember 17, 2008

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Perubahan perilaku dan krisis moral, berpotensi sebagai  faktor meningkatnya angka kejadian infeksi HIV/AIDS. Baik  di kalangan penyalahgunaan narkoba, pekerja seks komersial, dan pelanggannya, serta ibu rumah tangga yang  suaminya beresiko tinggi tertular  HIV.

Angka kejadian infeksi HIV/AIDS  di beberapa daerah di Indonesia, dari tahun  ke tahun meningkat. Peningkatan tersebut lebih dikarenakan, adanya perubahan prilaku dan krisis moral dimasyarakat. Dari beberapa faktor,  penularan HIV  lebih cepat terjadi di kalangan pengguna narkoba.  Karena kebiasaan saling bertukar jarum suntik tanpa disterilkan, menyusul   seks bebas  yang tanpa memperhatikan seks yang aman.
Menurut Dosen Fakultas Psikologi Undip Semarang, Hastaning Sakti,  berdasar data Direktorat Jenderal P2MPLP Departemen Kesehatan RI, sampai akhir Maret 2002,  di Indonesia  tercatat 2.876 kasus HIV. Sedang data Komisi Penanggulangan AIDS  Nasional [KPAN]. hingga akhir November 2008 lalu jumlah orang dengan HIV/AIDS [ODHA], lebih dari 18ribu 4ratus orang, yang tersebar  di 32 propinsi. Namun jumlah tersebut menurut ahli epidemiologi, pengindap HIV/AIDS hingga akhir tahun 2007 200ribu orang.
Saat menjadi pembicara dalam seminar Bahaya HIV/AIDS bagi Remaja di ruang rapat Pragola Setda Pati, Selasa pagi,  16 Desember 2008,  Hastaning Sakti mengungkapkan, penularan HIV/AIDS terbanyak lewat jarum suntik bersama, prosentasenya  mencapai  52,6 %,  sedang penularan melalui hubungan heteroseksual mencapai 37,2%, dan homoseksual 4,5 %.
Berdasarkan data KPA Nasional pada tahun 2008,  di Indonesia terdapat 10 propinsi  dengan jumlah pengindap HIV/AIDS terbesar.   Kesepuluh propionsi tersebut 60 % nya berada di pulau Jawa.   Dan  Propinsi Jawa Tengah, berada diurutan kedelapan, dibawah Sumatera Utara.
Sebagian besar para pengindap HIV/AIDS, tutur Hastaning Sakti,  kelompok umur produktif, antara usia 20 sampai 29 tahun. Dengan rasio laki-laki dan perempuan, 4,6  berbanding 1.
Untuk mencegah penularan HIV dikalangan remaja,  Departemen Kesehatan RI telah menetapakan skala prioritas.  Menghindari penggunaan narkotika dengan pemberian ketrampilan hidup, yang difokuskan  pada remaja  beresiko tinggi, menghindari pemakaian jarum suntik bersama bagi pengguna narkotika suntikm dan bagi mereka yang sudah terinfeksi HIV  mencegah agar tidak menularkan lewat hubungan sex.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: