Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Kapolda Tegaskan, Tewasmnya Warga Tayu Pati, Murni Kecelakaan

Posted by pasfmpati pada Desember 18, 2008

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Kasus tewasnya pemuda warga Desa  Tayu Wetan Kecamatan Tayu, yang terkena tembakan pistol Polisi, murni kecelakaan. Karena saat itu, anggota Polsek Cluwak sedang berupaya untuk melerai keributan yang terjadi saat pentas dangdut campursari di rumah Rusmanto Desa Bleber Cluwak.

Peristiwa salah tembak yang dilakukan Brigadir Suwarno (anggota Pulbaket Polsek Cluwak), yang berbuntut dengan aksi bunuh diri, menjadi perhatian serius Kapolda Jateng, Irjen Polisi Alex Bambang Riatmodjo.
Kapolda juga Irjen Polisi Alex Bambang  Riatmojo menegaskan, tembakan yang menewaskan pemuda berusia 22 tahun bernama Nurul Qomar, warga Tayu Wetan Kecamatan Tayu, yang terjadi saat pertunjukan dangdut di Desa Bleber Kecamatan  Cluwak, diduga kuat murni kecelakaan.
Menurut Kapolda, pihaknya yakin Brigadir Suwarno yang salah menembak itu, bermaksud baik untuk melerai keributan. Karena sebelumnya, ada tembakan peringatan hingga  empat kali,  sebelum kemudian meletus peluru kelima  yang mengenai Nurul Qomar.  “Tetapi yang jelas, tidak ada  kesengajaan  dari sdr  Suwarno untuk mencelakai orang lain.  Yang jelas  semangat anak buah saya, untuk melerai keributan. Jadi peristiwa itu murni kecelakaan”, jelas Kapolda Irjen Pol. Alex Bambang Riatmodjo.
Kapolda Jateng, Irjen Polisi Alex Bambang  Riatmojo saat diwawancara  usai pengarahan kepada perwira bawahannya di Aula Mapolres Pati, Rabu malam, 17 Desember 2008 menjelaskan,  setiap manusia, pasti  mempunyai kondisi psikologis yang pada saat tertentu bisa berubah. Seperti yang dialami Brigadir Suwarno, hingga harus mengakhiri hidupnya secara tragis.
Meski demikian kasus ini,  tutur Kapolda akan diproses sesuai hukum, oleh Kepolisian Wilayah (Polwil) Pati yang akan menangani kasus itu.  “Kita sudah jalankan, bagi setiap anggota yang akan memegang senjata api harus ikuti psikotest, dan penelitian yang  mendalam, sehinga tidak terjadi penyalahgunaan. Tetapi harus diketahui juga, walau sudah diuji, tentu masalah psikologis bisa naik turun”, terang Jenderal Polisi berbintang dua.
Menurut Kapolda Irjen Polisi Alex Bambang Riatmodjo, setiap anggota polisi yang memegang senjata api, merupakan anggota pilihan  yang lulus proses ujian psikologis.  Dan secara berkala dilakukan evaluasi bagi pemegang senjata api.
Kapolda juga menduga,  saat terjadi insiden salah tembak berujung aksi bunuh diri,  ada kemungkinan kondisi psikologis pelaku sedang labil. Sehingga nekat aksi bunuh diri,  dengan cara menembakkan pistol ke kepala sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: