Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Kepala BIN Harapkan, Ulama & Tokoh Masyarakat Pesantren Tidak Pancing Emosi Dan Agretivitas Massa

Posted by pasfmpati pada Desember 22, 2008

pasfmpati.net [Pati, Margoyoso] – Kepala Badan Intelejen Negara BIN, Syamsir Siregar berharap, Ulama, tokoh masyarakat dan pesantren dapat memberikan kontribusi, untuk mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan diantara warga negara.  Diantaranya tidak menyampaikan pernyataan yang dapat menyulut emosi dan agresivitas massa. Terutama yang berakitan dengan sentimen suku, agama, ras dan antar golongan.  Ulama, tokoh masyarakat dan pesantren, hendaknya tidak menyampaikan penyataan yang dapat menyulut emosi dan agrevitas massa.  Justru sebaliknya ulama, tokoh masyarakat dan pesantren dapat  memberikan pembinaan, penyadaran dan pencerahan bagi umat Islam, agar kembali ke ajaran Islam yang benar.

Demikian ungkap Kepala BIN, Syamsir Siregar, saat diwawancara, usai menghadiri acara Silahturami Ulama se Karesidenan Pati, di Pondok Pesantren As Salafiyah Kajen Margoyoso  Pati,  Sabtu pagi,  20 Desember 2008.
Kepala BIN, Syamsir Siregar menegaskan,  kondisi ketahanan bangsa Indonesia sampai sekarang masih cukup baik.  “Sampai saat ini, situasi keamanan kita masih cukup baik.  Terutama dalam menghadapi Pemilu mendatang juga,  saya melihatnya belum ada tanda – tanda  yang bisa menghambat  Pemilu itu sendiri.  Dan masyarakat sudah mulai sadar terhadap hal-hal itu”, katanya.
Menurut Kepala BIN, Syamsir Siregar, ketahanan pesantren dapat menciptakan santrinya berani hidup, melalui berbagai ketrampilan memperkuat  perekonomian pesantren.  Serta kemampuan menjaga para santrinya tidak terbawa aliran-aliran tertentu yang dinilai sesat.
Dampak globalisasi  yang  berlangsung diberbagai negara di dunia  sekarang ini, tutur Syamsir Siregar, sudah sampai berada pada kancah pergolakan, yang berkedok demokratisasi, liberalisasi, dan paham-paham ekstrim lainnya.  Sehingga menyebabkan masyarakat kesulitan mencari panutan, karena ulama disibukkan dengan kegiatan politik.  Dan akhirnya pondok pesantren yang semula menjadi subyek,  kini menjadi obyek dari berbagai kepentingan.  “Sekarang kyai terpecah-pecah. Ya itu perlu kita sayangkan.  Meski  kaitannya  dengan demokratisasi  ya … tapi  jangan sampai  pesantren-pesantren juga  timbul perpecahanan,  itu  yang kita  sayangkan”, keluhnya.
Kepala BIN, Syamsir Siregar menambahkan, upaya ulama dan tokoh masyarakat untuk memperkuat ketahanan umat Islam di pesantren, adalah kemandirian ekonomi. Karena dengan kemandirian ekonomi, maka kemandirian budaya, kemandirian sosial dan politik, dapat dicapai.
Keluarga besar Ponpes As Salafiyah Kajen Margoyoso berharap, melalui Silahturahmi Kepala BIN dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat se Karesidenan Pati, mampu membangun pentingnya kesadaran bersama ulama dan umaro, dalam menjaga stabilitas kehatanan, dan keamanan negara, dari ancaman keutuhan berbangsa dan bernegara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: