Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,732 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

PPIH Tidak Tanggung Barcer di Jedah

Posted by pasfmpati pada Desember 22, 2008

soc_haj_solo – Sekretaris PPIH Debarkasi Solo Dr. H. Abdul Choliq MT, MAg yang saat ini berada di Madinah mengemukakan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tidak lagi bertanggungjawab dengan barang bawaan jamaah haji yang melebihi dari ketentuan dan tidak terangkut bersama jamaah haji pada saat pulang ke tanah air atau barcer.

Hal ini disampaikannya berhubung dengan makin menumpuknya barang bawaan jamaah haji asal Indonesia yang tidak terangkut pesawat di bandara King Abdul Aziz Jeddah setelah pihak otoritas bandara setempat memperketat terhadap barang bawaan jamaah yang melebihi ketentuan. Penerapan peraturan pengetatan barang bawaan dimaksudkan untuk menjaga keselamatan penerbangan.

Abdul Choliq yang juga selaku Ketua Tim Pemantau Peningkatan Pelayanan Penyelenggaraan Haji (TP4H) Jateng menjelaskan, pembatasan barang bawaan itu bukan dimaksudkan untuk membatasi hak jemaah membawa barang-barang melainkan pertimbangan keselamatan penerbangan yang juga keselamatan seluruh penumpang. “Untuk koper 32 kg, tas tentengan di atas kabin, dan air zamzam 5 liter yang disiapkan Garuda dan diserahkan setibanya di asrama haji”.

Sebenarnya, setiap jamaah haji sudah mengetahui adanya pembatasan barang bawaan karena sudah disosialisasikan saat mereka melaksanakan manasik jauh hari sebelum berangkat ke tanah suci. Selain itu, saat mereka di tanah suci sudah diberitahu lagi melalui ketua kloternya masing-masing.

Mereka juga sudah diberitahu solusi untuk memanfaatkan jasa kargo atau pengiriman barang dengan beaya ditanggung jamaah sendiri. ”Sehingga kalau masih ada yang memaksakan diri dan ternyata barang bawaannya disita petugas bandara Jedah tentunya menjadi resiko mereka sendiri”, ujar Abdul Choliq yang bergabung dengan kloter 34 asal Jepara.

Kopor tertukar

Sementara itu, jamaah haji kloter 17 asal Pemalang dan Demak yang tiba Minggu (21/12) pukul 05.38 tidak dapat segera menerima kopor mereka, karena yang terbawa justru kopor milik jamaah haji kloter 18. Namun kekhawatiran mereka terobati setelah pesawat kloter 18 asal Pemalang yang tiba Minggu pukul 15.20 membawa semua kopor kloter 17.

Sedangkan jamaah haji yang sudah sampai di tanah air dari debarkasi Solo memasuki hari ke delapan masa pemulangan sebanyak 18 kloter dengan 7.443 jamaah. Adapun jamaah yang wafat di tanah suci mencapai 76 orang belum termasuk dua orang yang wafat di pesawat dan seorang di bandara Solo. Dari jumlah tersebut, jamaah haji yang wafat terbanyak dari kabupaten Magelang mencapai 11 orang.

Boyolali, 21 Desember 2008

Humas PPIH

H. Akhmad Su’aidi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: