Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,686 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Kloter Gelombang II Tiba di Solo

Posted by pasfmpati pada Desember 27, 2008

soc_haj_solo – KEDATANGAN kloter 33 asal Sragen di bandara Adisumarmo Solo Jumat (26/12) pukul 12.37 WIB mengakhiri kepulangan jamaah haji gelombang pertama dan merupakan satu-satunya kloter jamaah haji yang datang lebih cepat dari rencana kedatangan selama masa pemulangan.

Hanya saja kedatangannya di asrama haji Donohudan Boyolali sempat membingungkan petugas daerah, karena tiba di bandara Solo mendahului kloter 32 asal Jepara pada pukul 14.00 WIB. Kejadian saling mendahului juga pernah terjadi pada kloter 12 dengan 11, kloter 17 dan 16.

Namun demikian keterlambatan kedatangan juga masih menimpa kloter 34 asal Jepara selama tujuh jam dan baru tiba di Solo pukul 23.30 WIB. Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya, nampaknya keterlambatan tahun ini paling parah sejak tahun 1997, karena terjadi hingga kedatangan jamaah haji gelombang dua dan yang paling lama dialami kloter 24 asal Kendal hingga 47 jam lebih.

Mengenai keterlambatan ini, menurut pihak Garuda, diakibatkan kepadatan arus penerbangan di bandara King Abdul Aziz Jedah. Namun menurut Ketua Tim Pemantau Peningkatan Pelayanan Penyelenggaraan Haji (TP4H) Jateng Dr H Abdul Choliq MT MAg saat masih di Jedah menjelang keberangkatan ke tanah air mengemukakan, pemeriksaan barang bawaan jamaah oleh petugas bandara Jedah yang cukup ketat menambah keterlambatan proses boarding jamaah menjelang naik pesawat. “Antrian barang bawaan jamaah cukup panjang dan melelahkan”, jelas Abdul Choliq yang tergabung dengan kloter 34 asal Jepara. Dikatakan, keadaan ini makin diperparah dengan adanya pesawat pengangkut jamaah haji yang mengalami kerusakan.

Mengenai pengetatan terhadap barang bawaan, karena pihak Garuda tidak memberikan toleransi apapun kepada jemaah haji membawa lebih barang bawaan. Tentu saja, mereka sangat kecewa dengan tidak terbawanya oleh-oleh yang dibelinya di Makkah. Seperti nampak di Gedung Muzdalifah asrama haji Donohudan yang dijadikan untuk menata barang bawaan jamaah haji, tidak lagi terjadi penumpukan barang bawaan selain kopor dan tas tentengan warna biru muda.

Sebagaimana dijelaskan, Agus Wibowo dari Garuda yang bertugas di Jedah, barang yang bisa dibawa hanya koper bagasi seberat 32 kilogram, tas tenteng dan 5 kilogram air zam zam yang telah disediakan oleh pihak penerbangan. “Sebaiknya jika jemaah haji ingin aman dengan barang bawaan dikirim melalui kargo sebelum kepulangannya ke tanah air” tegasnya.

Sementara itu, kesibukan satgas PPIH Solo Jum’at (26/12) kemarin merupakan hari tersibuk dalam melayani jamaah haji karena dalam satu hari kedatangan lima kloter sejak kloter 30 yang tiba pukul 00.25 WIB disusul kloter 31 pukul 05.40 WIB. Bahkan agar dapat menyambut kedatangan jamaah haji kloter 33 yang berdekatan dengan waktu shalat Jum’at, sebagian satgas PPIH yang bertugas di bandara terpaksa mendirikan shalat Jum’at sendiri dengan mengambil tempat di gudang barang terminal haji bandara Solo.

Memasuki hari ke-13 masa pemulangan, jamaah haji yang sudah kembali ke daerah hingga kloter 33 sebanyak 13.248 orang, sedangkan yang wafat di tanah suci 85 orang. Jumlah tersebut belum termasuk tiga jamaah yang wafat di pesawat dan dua orang wafat di Solo.

Boyolali, 26 Desember 2008

Humas PPIH

H. Akhmad Su’aidi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: