Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Bantuan Desa Rawan Tumpang Tindih

Posted by pasfmpati pada Januari 13, 2009

suaramerdeka.com SEMARANG- Dana bantuan desa yang dikucurkan Pemprov Jateng kepada 7.807 pemerintah desa di Jateng, rawan duplikasi dengan bantuan sejenis dari kabupaten/kota.

Menurut anggota Komisi A DPRD Jateng Abdul Fikri Faqih hampir seluruh kabupaten/kota sudah mengalokasikan alokasi dana desa (ADD) dengan tujuan jelas atas penggunaan bantuan itu.
Bantuan desa dari pemerintah daerah setempat, per daerah tidak sama nilainya. Dana yang diberikan bervariasi yakni Rp 80 juta-Rp 100 juta. Agar tak terjadi duplikasi penggunaan, Fikri menyarankan Pemprov membuat petunjuk teknis yang menuntun pemanfaatan anggaran ini, agar tak terjadi tumpang tindih dengan pemberian anggaran sejenis yang dialokasikan pemerintah kabupaten.
Di samping itu, agar bantuan itu berperan penting dalam pembangunan pedesaan. ‘’Jangan hanya sekadar simbolis dan bentuk kepentingan sesaat,’’ kata dia, kemarin.
Sebelumnya, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Kamis (7/1), memberikan secara simbolis bantuan senilai Rp 5 juta/desa untuk 7.807 pemerintah desa di Jateng, sehingga total yang dikucurkan mencapai Rp 39 miliar.

Susun RDKK

Dana itu, diberikan berbarengan dengan penyerahan Daftar Isian Pengajuan Anggaran (DIPA) APBN 2009 kepada kabupaten/kota di Grhadika Bhakti Praja. Kepada perwakilan kepala desa dari Pati dan Temanggung, Gubernur menyatakan dana bantuan desa sementara hanya Rp 5 juta, ke depan diharapkan bisa bertambah.
Dana itu bisa digunakan untuk pemberdayaan pemerintah desa, renovasi bangunan gedung, dan kegiatan lain yang menyangkut internal kebutuhan pemerintah desa. ‘’Kalau kepala desa kesulitan memperoleh kertas dan alat tulis ketika menyusun Rencana Detail Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi. Dana itu bisa digunakan,’’ terang Bibit Waluyo.
Meski nilainya kecil, menurut Fikri, Pemprov perlu menjelaskan arah dan tujuan secara jelas untuk apa nantinya dana itu bisa dipergunakan. Dia mencontohkan, di Bali, pemprov setempat memberi bantuan kepada desa agar dimanfaatkan untuk kegiatan operasional.
Sedangkan Pemprov Jabar menyalurkan dana semacam itu dengan tujuan memperbaiki manajemen pemerintahan desa. Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng ini berharap penyaluran dana untuk desa tersebut bisa menjadi pintu pembuka bagi bantuan-bantuan berikutnya. ‘’Jangan hanya menjadi simbol kepedulian sesaat,’’ tandasnya.(H7,H37-77)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: