Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Tim Penilai Adipura Masih Temukan Titik Pantau Masih Kotor

Posted by pasfmpati pada Februari 25, 2009

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Tim penilai Adipura masih menemukan beberapa lokasi pengelolaan sampahnya belum maksimal. Selain itu, tim penilai juga menemukan sebuah taman yang mangkrak tak terawat, dan gundukan sampah yang terbuang dipinggiran selokan. Sehingga akan mengurangi point, untuk kembali meraih penghargaan bagi kota, yang berhasil dalam kebersihan, keteduhan serta pengelolaan lingkungan perkotaan, yang diselenggarakan Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Dari pemaparan penilaian tahap pertama, hasil pemantauan 1 Periode 2008-2009 Kabupaten Pati, memang memiliki nilai tertinggi kedua untuk kota kecil di regional Jawa. Tetapi dari hasil penilian itu, masih banyak ditemukan sampah-sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Sampah berceceran diluar tempat sampah, sempat terdokumentasi oleh tim penilai di sebuah SD didalam Kota Pati. Bahkan tim penilai juga menemukan sampah yang tak terurus didalam pasar. Serta diring dua yang menjadi lokasi pantau, juga ditemukan adanya tumpukan sampah yang diletakkan dipinggir saluran air di sekitar perumahan Perum Wijayakusuma Pati.

Hal tersebut diungkapkan Setyo Sumarsono dari Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa, saat menyampaikan paparan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Adipura di ruang rapat Pragola Setkab Pati, Senin, 23 Februari 2009.

Dengan beberapa temuan tersebut, Setyo Sumarsono kawatir, justru dengan nilai yang diperoleh sekarang, 74,64 justru dapat menjadi bumerang bagi Kota Pati untuk mendapatkan Adipura kembali. “Tetapi bukan itu yang kami harapkan, namun bagaimana membumikan esensi adipura itu sendiri. Tentu pasti ada, kalau sampai tidak dapat adipura lagi”, jelas Setyo Sumarsono.

Masalah sampah dalam penilaian Adipura ini, tutur Setyo Sumarsono, memang menjadi komponen yang sangat penting, seiring dengan amanat Undang-undang No.16 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Karena pengelolaan sampah yang keliru dapat mengakibatkan bencana. Setyo Sumarsono mencontohkan, peristiwa TPS Leuigajah dan sampah Bandung pada tahun 2005. Akibat pengelolaan sampah yang salah, justru merenggut korban jiwa. “Yang paling berat adalah prilaku, karena di Adipura dituntut mengelola sampah ini. Kalau tidak mengelola sampah maka nilainya akan berkurang. Sehinga perlu adanya sosialisasi secara kontinue”, jelasnya.

Melalui pemilahan sampah dan pengelolaan kompos penilaian Adipura diKabupaten Pati ini, diharapkan seharusnya mulai menggencarkan konsep pengelolaan sampah dengan konsep reduce, reuse, recycle atau konsep 3R. Sehingga masyarakat dapat mengenal dan menerapkan konsep mereduksi, memanfaatkan kembali, dan membuang sampah ditempatnya dalam kesehariannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: