Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Terdakwa Santoso Beruk, Diputus 3 Tahun Lebih Ringan, Jaksa Pikir-Pikir

Posted by pasfmpati pada Februari 26, 2009

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Pengadilan Negeri Pati, akhirnya menjatuhkan hukuman selama  4 tahun potong masa tahanan terhadap terdakwa kasus penganiayaan bernama Santoso alias San Beruk. Tetapi putusan tersebut belum membuat puas Jaksa Penuntut Umum dan masih menyatakan pikir-pikir.    
Putusan 4 tahun penjara terhadap Santoso alias San Beruk ini, lebih ringan 3 tahun dari tuntutan Jaksa. Pada sidang sebelumnya, Jaksa Tolhah Yasir SH menuntut residivis tersebut dengan hukuman selama 7 tahun penjara.

Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Rudi Kindarto SH dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa Santoso berusia 29 tahunan tersebut, bersalah telah melakukan penganiayaan secara bersama-sama hingga menyebabkan orang lain luka dan meninggal dunia. Atau sesuai dengan dakwaan lebih subsider pasal 351 KUHP.  “Putusan tersebut dengan pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dan meresahkan masyarakat. Sedang pertimbangan yang meringankan,  terdakwa berterus terang, dan sopan dipersidangan”, kata Hakim Ketua,  Rudi Kindarto SH.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa Santoso alias San Beruk warga Desa Karangrejo Kecamatan Juwana, yang didampingi Penasehat Hukumnya, Pengacara Sayogo Darnawi SH menyatakan menerima. Sedang Jaksa Tolhah Yasir SH menyatakan pikir-pikir selama sepekan.

Terdakwa yang residivis ini, melakukan penganiayaan secara bersama-sama hingga menyebab Harjo  berusia 40 tahun, warga Desa Kuwawur, Kecamatan Sukolilo, 1 dari 7 korbanya meninggal dunia, akibat terkena bacokannya.  Sedang enam korban lainnya yang mengalami luka diantaranya, Sulistiyo Heri Kusworo (24) asal Desa Ngulakan, dan Susanto (28) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken; serta Joko Ali (17) dan Andi Imam Ribowo (17) warga Desa Ketib, Kecamatan Juwana; Antok (20) warga Desa Karang, Juwana; dan Agus (33) warga Tanggulan, Salatiga.

Ketujuh korban tersebut dibacok di empat lokasi. Di antaranya di Pasar Juwana, 2 lokasi di Dukuh Bojo, Desa Karangrejo, dan di  Jembatan Juwana. Dan peristiwa tersebut, terjadi 24 Agustus 2007 lalu, sekitar pukul 3.30 dinihari WIB.

Dan setelah genap setahun menjadi buron, melarikan diri ke Papua, Santoso pada hari Selasa pagi, 1 September 2008, tertangkap,  saat kapal yang  akan membawanya ke Kalimantan Barat,  transit sesaat di Pelabuhan Tanjungpriok Jakarta.

Ketika perkaranya sampai di Pengadilan Negeri Pati, Jaksa Tolhah Yasir SH mendakwanya, dengan dakwaan berlapis. Yakni dakwaan primer pasal  338 KUHP tentang pembunuhan secara bersama – sama, kemudian dakwaan subsider pasal  340 KUHP tentang pembunuhn berencana,  serta  dakwaan lebih subsider pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat secara bersama–sama, hingga menyebabkan orang lain terluka dan meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: