Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Sungai Juwana Belum Jadi Prioritas Pengerukan

Posted by pasfmpati pada Maret 2, 2009

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Masyarakat yang tinggal dibantaran sungai Juwana, masih harus menunggu waktu, untuk terbebas dari banjir pada musim penghujan. Karena Pemerintah propinsi Jawa Tengah, tahun ini akan lebih memfokuskan pengerukan dan pembuatan tanggul di sungai Wulan Kudus.   

Rencana normalisasi sungai-sungai yang menjadi penyebab banjir, untuk tahun ini diperkirakan belum menyentuh sampai di sungai Juwana. Untuk tahun ini, normalisasi atau pengerukan baru akan dilakukan di sungai Wulan Kudus sepanjang 16 KM.  Sehingga realiasai normalisasi sungai Juwana, masih menunggu waktu lagi.

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo kepada PAS Pati, saat meninjau lokasi yang sering menjadi langganan banjir di Dukuh Ngantru Desa Banjarsari Kab. Pati, Minggu sore,  1 Maret 2009 mengatakan, banjir yang terjadi diwilayah Kudus, Demak, Jepara, Blora, Grobogan dan Pati, karena dipengaruhi debit air dari pintu air Wilalung Kudus. “Maka tadi sudah saya simpulkan,  nanti akan dilakukan perbaikan-perbaikan pengerukan sungai Wulan pada muaranya, sejauh 16 KM serta membuat tanggul di kanan-kiri sungai.  Dan pengerukannya akan dimulai pada tahun ini”, ujar Gubernur Jawa Tengah.

Meski air limpahan sungai Juwana sering meluap dan mengakibatkan banjir bagi penduduk dipinggiran sungai, tetapi Pemprov hanya merencanakan untuk melakukan upaya penanggulangannya saja.  Dari hasil kunjungannya ke pantai Juwana, Gubernur mengemukakan, untuk menanggulangi banjir di Pati, yang diakibatkan meluapnya sungai Juwana, Pemprov memiliki dua alternatif. Selalin melakukan penyodetan sungai Juwana, juga membuat kolam kapal disekitar pelabuhan menuju pantai Juwana.

Hanya saja tutur Gubernur, saat dilakukan penyodetan, hendaknya  ada pendekatan dengan rakyat yang intensif. “Ini terkait dengan besarnya ganti rugi atas lahan yang dilepas warga, yang akan dipakai proyek sodetan nantinya”, jelas Gubernur Bibit Waluyo.

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo menambahkan, untuk menanggulangi banjir di Pati, juga perlu memperlancar aliran air sungai Juwana menuju laut.  Selain itu, juga perlu membangun kolam untuk menampung kapal-kapal, untuk bersandar. Karena selama ini, banyaknya kapal yang diparkir di pinggir-pinggir sungai, sehingga ketika air menjadi terhambat. Sehingga banjir disekitar beberapa desa di Kecamatan Juwana terlanda banjir. “Memang kapal-kapal di yang diparkir disekitar pelabuhan, seharusnya dibuatkan kolam kapal. Tetapi berapa luas lahan dan dimana tempatnya, masih perlu pengkajian”, katanya.

Terhadap rencana tersebut, Gubernur Bibit Waluyo, berharap kepada Pemkab harus benar-benar merespon hasil kunjungannya tersebut. Dan rencananya, hasil dari kunjungannya ke beberapa Kabupaten diwilayah Karesidenan Pati itu, akan dikonsultasikan kepada Presiden, saat berkunjung ke Karanganyar dalam waktu dekat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: