Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Tak Tahan Hadapi Masalah Keluarga, Hartono Nekat Bunuh Diri Cebur Ke Sungai

Posted by pasfmpati pada Maret 7, 2009

pasfmpati.net [Pati, Gabus] – Seorang kakek nekat mengakhiri hidupnya, dengan menceburkan diri ke sungai, Rabu siang kemarin,  4 Maret 2009. Lelaki yang setiap harinya menjadi tukang parkir ini, nekat bunuh diri, karena masalah keluarga. Setelah sehari dalam pencarian, korban akhirnya ditemukan lima kilometer dari tempat awal kejadian.

Lelaki tua yang nekat bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Silugonggo turut Desa Tanjang Kecamatan Gabus itu, bernama Hartono.  Korban yang berusia 55 tahun itu, merupakan warga Dukuh Salian RT.9/Rw.2 Kelurahan Pati Lor Kecamatan Pati Kota.

Tim SAR Kabupaten Pati, yang  melakukan pencarian dengan menelusuri aliran air sungai ke arah Juwana, harus bekerja keras kurang dari 24 jam untuk menemukan jenasah korban.  Hari Kamis, 5 Maret 2009, sekitar pukul  9.30 WIB, tim SAR yang dipimpin Kasi Linmas pada Kantor Kesbang Polinmas Pati, Cahyo Waspodo, akhirnya menemukan korban dalam keadaan tak bernyawa, di aliran sungai Silugonggo turut Desa Ngastorejo Jakenan.

Kepada PAS Pati,  Cahyo Waspodo menjelaskan, timnya menemukan korban diantara sangkrah bambu, dalam keadaan tengkurap tak bernyawa. “Posisinya saat kami temukan tengkurap, di pinggiran sungai sebelah selatan, yang tersangkut sangkrah bambu. Korban saat kami temukan mengenakan kaos biru dan celana pendek hitam. Setelah mendapat laporan, kita langsung melakukan penyisiran disepanjang alur sungai”, jelas Cahyo Waspodo

Salah seorang adik korban, bernama Yusuf yang ikut menjemput jenasah korban, saat dievakuasi dari tempat ditemukannya mengatakan, sebelum bunuh diri korban sempat pamit ingin ikut orang tuanya.  Karena putus asa dengan masalah keluarga yang dihadapinya. “Waktu itu pamitnya mau ikut orang tua. Padahal orang tuanya sudah meninggal semua. Karena keluarganya tidak ada yang mencari, maka adik-adiknya yang mencari korban. Karena sudah ketemu saya akan bawa jenasahnya pulang kerumah”, ujar Yusuf dengan terisak tangis.

Meski adik korban, Yusuf menginginkan jenasah kakaknya langsung dibawah kerumah, tetapi untuk keperluan penyidikan, petugas Polres Pati membawanya kerumah sakit RAA Suwondo Pati, untuk menjalani otopsi.
Sedang sepedanya yang ditinggal di atas jembatan, juga turut dibawa petugas setelah dititipkan oleh salah seorang pemancing, kerumah Siti Aisiyati warga Desa Tanjang Kecamatan Gabus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: