Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Perlu Pendataan Ulang Terhadap Kerugian Akibat Bencana Puting Beliung

Posted by pasfmpati pada Maret 14, 2009

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Hasil pendataan kerugian akibat bencana angin puting beliung, yang mencapai lebih dari Rp.13 milyar, perlu pendataan ulang. Karena angka kerugian tersebut, terlalu tinggi.  Hal tersebut terkait dengan kriteria kerusakan rumah yang rusak berat dan ringan, belum ada parameternya.

Kerugian bencana alam angin puting beliung yang melanda di Desa Talun, Kecamatan Kayen, diperkirakan mencapai lebih dari Rp 13 miliar. Tetapi Bupati Pati, Tasiman menilai perkiraan kerugian itu terlampai tinggi. Pasalnya, untuk mengkategorikan rumah yang rusak berat dan rusak ringan,  belum ada kriteria yang jelas.

Saat diwawancara usai membuka Diklat Jurnalistik bagi pelajar SMA/SMK se  Kabupaten Pati, Jumat, 13 Maret 2009, Bupati Pati Tasiman mengatakan, kriteria untuk menentukan sebuah rumah rumah rusak berat atau rusak ringan belum ada kejelasan.  Sehingga perkiraan kerugian akibat bencana alam angin puting beliung senilai lebih dari Rp 13 miliar, janggal.

Bupati Tasiman menilai, ada kejanggalan dalam hal pendataan. Karena rumah yang dikatakan rusak berat, jumlahnya lebih besar, dibanding dengan rumah yang rusak ringan.  Adanya selisih itu, Bupati Tasiman menjadi ragu, terhadap perkiraan kerugian tersebut.  “Rumah yang rusak berat itu bagaimana, apakah yang rumahnya sudah miring atau rumah gentingnya kabur. Kriteria itu yang harus diperjelas,” terangnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, rumah yang roboh rata dengan tanah sebanyak 56 rumah. Sedangkan, rumah yang rusak berat sebanyak 318 rumah, sedangkan rumah yang masuk kategori rusak ringan hanya 131 rumah.

Kejelasan kriteria terhadap rumah yang rusak berat dan ringan diperlukan. Hal itu, kata Bupati Pati, untuk mengantisipasi protes dari warga lain. “Hal ini agar tidak menimbulkan kecemburuan antara warrga yang satu dengan yang lain. Sehingga penentuan rumah yang rusak memang harus jelas,” tambahnya.

Nilai kerugian senilai lebih dari  Rp 13 miliar itu, dengan asumsi rata-rata setiap rumah yang rusak berat setara dengan Rp 50 juta dan rusak ringan setara dengan Rp 20 juta.  Kerugian tersebut, belum termasuk dua sekolah dasar, 11 mushola, dan satu balai desa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: