Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,732 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Pers Diharapkan Introspeksi Dan Mengevaluasi Kinerjanya

Posted by pasfmpati pada Maret 14, 2009

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Kebebasan pers,  dari dan untuk rakyat, bukan berarti pers dapat bebas seenaknya, dalam menyampaikan hasil liputannya, kepada khalayak. Tetapi pers diharapkan lebih mengedepankan profesionalismenya, hal ini terkait dengan kode etik jurnalistik. Sehingga  profesionalismenya, yang harus dipahami oleh setiap insan pers

Koridor-koridor hukum dan aturan yang terkait dengan kinerja pers, atau kode etik jurnalistik, mutlak harus dipahami oleh setiap insan pers dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.  Sehingga insan pers atau jurnalist harus profesional, dalam perwartaannya.

Demikian harapan Ketua antarwaktu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, pada resepsi Peringatan Hari Pers Nasional se wilayah PWI Jateng I, di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu pagi, 14 Maret 2009.

Meski pers sudah terbebas dari bentuk-bentuk penekanan dari penguasa, atau aparat yang lain. Tetapi sekarang ini tekanan justru datang dari pembaca, sehingga pers harus dikelola dengan profesional, jika ingin tetap diminati pembaca, pemirsa atau pendengarnya, “Kalau dulu ada pembredelan, karena adanya undang-undang tentang pencabutan SIUP, sekarang tidak ada. Yang membredel sekarang ya masyarakat sendiri, ketika pers itu tidak dikelola dengan profesional”, katanya.

Sriyanto Saputro juga mengingatkan lembaga publik juga lembaga pemerintah, terkait dengan diundangkanya Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Undang-undang yang akan berlaku efektif pada tahun 2010 ini, akan menjadi tantangan berat. Karena masyarakat akan lebih mudah menggugat sebuah lembaga publik, ketika menghalang-halangi atau mengakses sebuah informasi. Hal yang sama juga dapat dilakukan masyarakat terhadap pers.

“Pers pun rentan digugat, ketika menutup-nutupi informasi. Nah disinilah kita nanti sama-sama diawasi, karena nanti akan ada komisi informasi, yang sekupnya dari pusat hingga kedaerah. Untuk menyongsong hal itu, tentunya pers harus lebih profesional”, tambahnya.

Ketua antarwaktu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Sriyanto Saputro juga berharap pers ikut mensukseskan pelaksanaan Pemilu, yang akan berlangsung tanggal 9 April mendatang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: