Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,686 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

500 Warga Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu, Siap Golput

Posted by pasfmpati pada Maret 18, 2009

pasfmpati.net [Pati, Kota] – 500 warga Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu yang berseberangan dengan Kades setempat mengancam tidak akan mengikuti pemilu 9 April 2009 mendatang alias golput. Ancamanan itu, akan benar-benar warga lakukan, bila Bupati  Pati tetap bersikeras mempertahankan SK perpanjangan jabatan bagi Kades Tlogosasi dari 5 tahun menjadi 10 tahun.

Ancaman untuk tidak memilih atau golput tersebut, diungkapkan limaratusan warga Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu, saat berunjuk rasa ke Kantor Bupati Pati, Selasa siang,  17 Maret 2009. Dengan menggunakan enam truk bak terbuka dan dua mobil pribadi, warga menuntut Bupati Pati Tasiman, untuk segera mencabut SK 141. “Kalau Kades Tlogosari tidak diturunkan, maka kami tidak siap untuk mengikuti pemilu”, ujar salah seorang pengunjuk rasa.
Acaman warga untuk golput mulai terlihat sejak beberapa minggu terakhir ini. Warga di Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu, juga menolak pembentukan KPPS, meski pemilu sudah dalam hitungan hari lagi. Warga akan mencabut ancamanya, bila Bupati Pati telah mencabut perpanjangan masa jabatan Kades Tlogosari Ichsan Basri.  Dengan kejadian ini, satu-satunya desa dari 401 desa di Kabupaten Pati, yang belum membentuk KPPS-nya hanya Desa Tlogosari.
Ancaman golput ini, tutur pengunjuk rasa, merupakan wujud dari kekecewaan warga Desa Tlogosari, dengan sikap Bupati Pati, yang mengabaikan tuntutan warga. Apalagi dengan dengan adanya perpanjangan jabatan kades dari 5 tahun menjadi 10 tahun, mengibaratkan perampasan hak politik rakyat oleh Bupati.  “Karena dengan munculnya SK tersebut,  desa tidak dapat lagi menggelar pesta pemilihan Kepala Desa. Seumur-umur baru kali ini ada Kepala Desa dipilih langsung oleh Bupati, ini menyakiti hati rakyat”, tutur pengunjuk rasa lainnya.

Selesai berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati, pengunjuk rasa dengan kawalan polisi, selanjutnya melakukan hal serupa di halanan Pengadilan Negeri Pati. Hanya bedanya, justru para pengunjuk rasa di Pengadilan Negeri Pati, untuk memberi dukungan moral kepada dua warga yang diperkarakan Kades, dengan dakwaan mencuri tanaman tebu dengan nilai nominal sekitar Rp 5 juta. Padahal, menurutnya, tanaman tebu yang dipotong itu tidak sebesar itu, hanya berkisar Rp 5 ribu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: