Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Terbukti Gunakan Surat Palsu, Kades Pakis Kec Tayu Dihukum Percobaan

Posted by pasfmpati pada Maret 18, 2009

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Majelis Hakim menjatuhkan putusannya terhadap Kades Pakis Kecamatan Tayu, Achmad Sutar, dengan hukuman penjara selama 8 bulan, dengan masa percobaan selama setahun. Majelis Hakim memvonis terdakwa Achmad Sutar bersalah, menggunakan surat palsu, untuk mendapatkan perpanjangan masa jabatan Kades, dari 5 tahun menjadi 10 tahun. 

Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut dalam amar putusanya menyatakan, terdakwa Kades Pakis, Achmad Sutar, terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana. Tindak pidana tersebut, tutur Majelis Hakim yang dipimpin Tardi SH ini,  terdakwa telah menggunakan surat palsu sebagai bahan pertimbangan bupati untuk menerbitkan surat ketetapan perpanjangan jabatan Kades untuk lima tahun kedepan.
Putusan tersebut, tutur Hakim Ketua Tardi SH dihadapan terdakwa Achmad Sutar, pengacara Nimerodin Gule SH, Jaksa H Karyono SH MH, serta pengunjung, dengan pertimbangan yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.  Sedang pertimbangan yang meringankan, selama persidangan berlangsung terdakwa berterus terang, sopan, dan kooperatif.
Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa. Pada sidang sebelumnya, dengan pertimbangan yang sama,  Jaksa H Karyono SH MH menuntut terdakwa dengan hukuman kurungan penjara selama setahun tanpa ada masa percobaan. Meski terdakwa, Kades Pakis Kecamatan Tayu, Achmad Sutar melalui pengacara Nimerodin Gule SH menyatakan menerima, tetapi Jaksa menyatakan pikir-pikir selama sepekan.
Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan terdakwa Achmad Sutar hanya terbukti pada dakwaan lebih subsider lagi, yakni menggunakan surat yang didalamnya tertulis demikian keputusan hasil musyawarah BPD Desa Pakis, agar dapat diperguanakan untuk dasar pertimbangan. Padahal sebenarnya tidak pernah diadakan rapat musyawarah BPD Desa Pakis mengenai hal tersebut. Sehingga pihak BPD merasa dirugikan. Atau sesuai dengan dakwaan pasal 263 ayat 2 KUHP.
Sedang dalam dakwaan primer, subsider dan lebih subsider, terdakwa tidak terbukti. Karena yang bertanggungjawab atas surat tersebut, adalah mereka yang bertanda-tangan, yakni Ketua BPD Imam Saparin. Meski terdakwa mengakui surat itu memang dia yang membuatnya.
“Setelah itu, surat yang telah terbubuhi tandatangan Imam Saparin itu, diberi 01/I/06 tertanggal 27 Januari 2006, digunakan terdakwa untuk mengajukan perpanjangan masa jabatan Kades kepada bupati. Hingga akhirnya terbitlah surat ketetapan bupati bernomor 141/317/2006 tanggal 19 April 2006. Surat itu berisi, penyesuaian masa jabatan Kades dari 5 tahun menjadi 10 tahun”, kata Hakim Ketua Tardi SH.

Atas perbuatannya itu,  Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 8 bulan penjara dengan masa percobaan selama setahun. Artinya bila dalam setahun setelah putusan dijatuhkan, terdakwa mengulangi perbuatannya lagi, makan tanpa melalui proses sidang, yang bersangkutan langsung dikenai hukuman badan delapan bulan lamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: