Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,694 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Jeruk Bali Madu Begeng, Jadi Ikon Kabupaten Pati

Posted by pasfmpati pada April 3, 2009

pasfmpati.net [Pati, Gembong] – Jeruk bali madu, atau yang lebih dikenal jeruk pamelo, kini menjadi buah andalan masyarakat Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Meski belum mampu untuk ekspor, tetapi buah jeruk tanpa biji ini mulai merambah sualayan-sualayan di beberapa kota besar di Jawa.

Jeruk besar tanpa biji berjuluk Jeruk Bali Madu ini, yang mulai dibudidayakan, terutama di Desa Bageng Kecamatan Gembong ini, sekarang menuai hasilnya.  Tidak hanya diperjualbelikan didaerah sendiri, tetapi sudah mulai ekspansi keluar daerah.

Ketua Kluster buah-buahan Kabupaten Pati, yang juga caleg DPRD Pati, dari PPP, H Rusydi Achmadi SPd I yang diwawancara PAS Pati mengatakan, saat ini hasil budi daya warga Desa Bageng, Bremi dan Desa Gembong Kecamatan Gembong, sudah mampu menembus ke  supermarket-supermarket di kota-kota besar di Jawa. “Jeruk bali madu kini menjadi ikon Kabupaten Pati, bahkan sudah dikembangkan ke Kecamatan Gunungwungkal, bahkan juga produksinya dibawa ke Kabupaten Kudus. Dan saat ini juga sudah dipatenkan, bahwa jeruk bali madu milik Kabupaten Pati”, jelas H Rusydi Achmadi Spd I.

Ketua Kluster Buah-buahan Kabupaten Pati, H Rusydi Achmadi mengatakan, jeruk bali madu yang sekarang ini mulai berbicara di pentas nasional, selain hasilnya mampu memakmurkan masyarakat pembudidayanya, jeruk ini juga memiliki keunggulan dibandingkan jeruk-jeruk yang lainnya. “Keunggulan jeruk bali madu yang paling khas adalah, setelah jeruk tersebut sudah masak atau tua, biji dalam daging jeruk tersebut hilang dengan sendirinya. Jadi istilahnya, jeruk bali tanpa biji. Demikian pula rasanya lebih manis dan segar, dibanding dengan jeruk-jeruk dari daerah Jawa Timur”, kata caleg PPP untuk dapil Pati I.

Harga perkilo jeruk berlabel bali madu bageng ini, tutur Ketua Kluster Buah-buahan Kabupaten Pati H Rusydi Achmadi SPd I, mencapai Rp. 7ribu. Sedang untuk satu buah jeruk bali madu bageng, rata-rata mampu mencapai berat 4 kilogram

7 Tanggapan to “Jeruk Bali Madu Begeng, Jadi Ikon Kabupaten Pati”

  1. Tyuzie said

    pak saya lom pernah lihat jeruk yang beratnya mencapai 4 kg atau lebih. saya sering ke desa bageng untuk beli pamelo tepatnya di rumah bapak H.Ah Damanhuri munkin anda sudah kenal dengan pak kaji ini. pak rumah anda di desa bageng yang mana ya nanti kalo ada waktu saya akan lihat-lihat jeruk anda. pak saya mau tanya nih apa benar ya ada pamelo yang rasanya kecut? saya itu maniak jeruk bali pak jadi mohon balasanya! salam buat bapak H.Ah Damanhuri dan keluarga. pak ini sudah musim jeruk bali apa belom ya pak?

  2. bimo said

    “Jeruk Bali Madu Begeng”; wah ini istilah baru yang masih perlu banyak disosialisasikan, agar tidak hanya masyarakat Pati dan sekitarnya saja yang tahu; bahkan mungkin jangan2 belum tentu semua warga Pati tahu bahwa daerahnya punya hasil agro yang berpotensi menjadi ikon yang bisa dibanggakan.

    Probolinggo dan Indramayu katanya terkenal dengan mangganya, jeruk katanya populer dari Medan atau Pontianak, Belimbing dari Depok-Jabar; Palembang terkenal karena duku dan duriannya, Jepara juga terkenal karena durian petruk-nya.

    Waktu saya kecil (masih SD); di dalam pelajaran ilmu geografi, diajarkan oleh guru bahwa Pati dulu terkenal karena sebagai penghasil kapuk randu No. 1 di dunia, kemudian kita juga penghasil kerajinan kuningan yang cukup terkenal di seluruh Indonesia (kerajinan kuningan Juana); terus kalau pulang ke Jakarta sesampai di Semarang saya selalu bertemu pedagang di terminal atau stasiun yang menjajakan “Bandeng Presto Juana”.

    Banyak hasil karya asli dari Bumi Mina Tani yang perlu digali lagi dan dipopulerkan kembali seperti di jaman keemasannya. Apalagi kita punya 2 pabrik kacang yang untuk sementara ini menjadi salah satu ikon kota Pati, baik dari sebelah timur maupun sebelah barat kota, setiap orang yang yang akan bepergian selalu melewati kedua pabrik ini.

    Sudah waktunya Pati bangkit lagi dengan hasil produksi yang digali dari buminya sendiri.

    Salam,

    Bimo

  3. Putra Gembong said

    Saya sarankan, sebaiknya jeruk bali madu dikembangkan didaerah gembong saja…
    Agar gembong terkenal akan “tape dan jeruk bali madu” khususnya.

  4. abufika said

    soal jeruk madu paling banyak di dk.krebiyah,ds.bageng bisa kontak kami

  5. Arsidono said

    Jeruk Bali Madu Bageng sudah dilepas oleh Menteri Pertanian dengan surat keputusan nomor 658/Kpts/SR.120/2/2010 tanggal 3 Pebruari 2010 dengan nama JERUK PAMELO BAGENG TAJI

  6. arif said

    wah desa bageng t4 ku waktu msh sekolah,emang mbaku dulu pernah nanam jeruk emang jeruknya besar2 dan merah serta manis…..

  7. hadi said

    mau jeruk bali madu langsung dari petani dalam jumlah besar dan harga bersaing? call: 085 865 659 116

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: