Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

Penurunan TFR, Ancam Terjadinya Baby Boom II

Posted by pasfmpati pada April 15, 2009

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, Total Fertility Rate (TFR) atau jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanitia usia subur di Propinsi Jawa Tengah meningkat. Peningkatan tersebut mencapai angka 0,11.

Seiring dengan keberhasilannya, ternyata program Keluarga Berencana (KB) masih menghadapi tantangan baru.  Karena hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 lalu,  mengindikasikan adanya peningkatan rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanitia usia subur di Propinsi Jawa Tengah.

Demikian terungkap dalam Seminar Eksekutif Program KB Bagi Camat se Kabupaten Pati, yang berlangsung Aula RM Joyokusumo, hari Selasa,  14 April 2009.

Dalam sambutannya Kepala BKKBN Propinsi Jawa Tengah, Dra Sri Murtiningsih Ms mengatakan, Total Fertility Rate (TFR) di Propinsi Jawa Tengah, selama kurun waktu lima tahun terakhir mengalami kenaikkan signifikan. Pada tahun 2003 lalu TFR di Jawa Tengah mencapai 2,19 kemudian meningkat menjadi 2,3 di tahun 2007.

Kepala BKKBN Propinsi Jawa Tengah, Dra Sri Murtiningsih MS dalam sambutannya mengatakan, kesetaraan ber KB yang diukur dengan prevalensi pemakaian kontrasepsi, juga menunjukkan sedikit peningkatan selama lima tahun terakhir. Sedang angka kebutuhan masyarakat akan pelayanan KB yang belum terpenuhi (unmet need), yang ditargetkan 6 persen pada tahun 2009, ternyata pada tahun 2007 masih pada kisaran 7,4 persen.

Sri Murtiningsih MS berharap, fakta itu segera ditindak lanjuti. Sebab bila bila tidak ada penanganan serius, maka akan terjadi “baby boom II”, yang kurang menguntungkan bagi pelaksanaan pembangunan di daerah.  Sebab pertumbuhan penduduk yang cepat, tanpa diimbangi pertumbuhan ekonomi yang memadai, mengakibatkan pertambahan pengangguran. Selain itu akan terjadi penurunan mutu hidup manusia, serta mengancam ketahanan pangan, dan lingkungan.

Untuk itu, pelaksanaan program KB menjadi prioritas pembangunan daerah, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM sebagai modal dasar pembangunan disetiap daerah. “Kami akan mengupayakan komunikasi informasi dan edukasi KB dan manfaatnya, serta memperluas jangkauan pelayanan dan ketersediaan alat dan obat kontrasepsi hingga daerah terpencil”, jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: