Radio Pas Pati 101 FM

Saluran Informasi Warga Pati

    • 52,661 hits
  • network
    Daftar Domain Gratis disini...
  • RSS BERITA TERBARU

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Network

    network network
    Cari Duit Hanya 15 Menit...

JPU Abaikan Eksepsi Terdakwa, Karena Melenceng Dari Pokok Perkara

Posted by pasfmpati pada April 21, 2009

pasfmpati.net [Pati, Kota] – Sidang kasus dugaan penyanderaan tim survey PT. Semen Gresik, dengan terdakwa 8 warga Kecamatan Sukolilo dan seorang warga Kecamatan Kayen, di Pengadilan Negeri Pati, kembali berlanjut, Selasa pagi,  21 April 2009. Sidang lanjutan kasus tersebut mengagendakan pembacaan eksepsi atau keberatan dari para terdakwa yang disampaikan penasehat hukumnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengabaikan eksepsi atau keberatan sembilan terdakwa kasus dugaan penyanderaan tersebut, karena dinilai melenceng dari pokok perkara. Hal tersebut disampaikan salah satu anggota tim JPU, Aristanto Simbardjo SH, karena argument yang disampaikan penasehat hokum terdakwa, jauh dari pokok perkara seperti yang tertuang dalam dakwaan.

Menurut Ariestanto Simbardjo SH, eksepsi atau keberatan terdakwa Sudarto, Kamsi, dan Gunarto, melalui penasehat hukum diluar pokok perkara. “Karena materi atau pengertian ekspepsi diluar materi yang ada dalam surat dakwaan, sehingga Jaksa dengan permintaan maaf, tidak akan menganggapi eksepsi tersebut.” jelasnya

Dalam ekspepsi yang dibacakan penasehat hukum terdakwa, lanjutnya mengenai hak-hak para terdakwa tidak ada kaitannya dengan materi dakwaan, sebagaimana diatur Pasal 143 ayat 3 KUHAP yang lebih condong pada pokok pra peradilan. Padahal, kuasa hukum terdakwa sudah mengajukan pra peradilan dan di pengadilan negeri (PN) Pati telah menyatakan proses penyelidikan sah secara hukum.

Sedangkan surat dakwaan yang tidak memenuhi prosedur formal dan material dalam ekspepsi yang dibacakan penasehat hukum mengenai surat dakwaan yang tidak diberikan kepada terdakwa, kata Ariestanto Simbardjo, Jaksa sudah menyerahkan surat dakwaan kepada terdakwa melalui rutan untuk diteruskan kepada terdakwa. Bila belum menerima, kondisi itu disebabkan prosedur dari pihak rutan Pati.

Sedangkan, secara formal mengenai dakwaan yang tidak cermat, katanya, surat dakwaan sudah dicocokan dengan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Sedangkan mengenai syarat meteriil pasal 335 ayat KUHP merupakan delik aduan, Jaksa menilai keliru. Sebab dalam praktek peradilan pidana pasal 335 ayat 1 KUHP adalah delik aduan yang bersifat relatif. Sehingga, penyidik tetap dapat melakukan penyelidikan atas dasar laporan atau pengaduan atas dugaan tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan Jaksa Tulhan Yasir SH, terhadap tedakwa Zainul Wafa, dkk menyatakan, sama tidak menanggapi ekspepsi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa. Dia menilai ekspepsi yang diajukan diluar materi pokok perkara surat dakwaan.  Sesuai pasal 156 KUHAP jo pasal 143 KUHAP perlu dicermati suatu ekspepsi bertujuan agar pemeriksaan pokok perkara dilanjutkan. Sehingga, materi ekspepsi harus tetap pada materi perkara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: